Bandara Tjilik Riwut: Penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian di saat kabut asap
Selasa, 1 September 2026 19:18 WIB
Suasana Bandar Udara Tjilik Riwut diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/nym.
Palangka Raya (ANTARA) - Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah saat ini masih tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian, mengingat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi.
"Secara umum penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian (delay/reschedule) saat visibilitas menurun," kata General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan di Palangka Raya, Selasa.
Pembatalan dan pengalihan hanya dilakukan pada saat kondisi ekstrem, yaitu saat visibilitas turun signifikan di bawah ambang batas minimal keselamatan pendaratan atau lepas landas, seperti yang terjadi pada 29-31 Agustus 2026.
Dia menjelaskan Bandara Tjilik Riwut juga dapat melakukan penyesuaian jam operasional bandara apabila dibutuhkan oleh maskapai.
Kemudian bagi para penumpang yang mengalami keterlambatan waktu terbang dikarenakan bencana karhutla, bandara juga menyediakan service recovery di area ruang tunggu secara gratis.
"Kami selalu memberikan update (perkembangan) informasi terbaru mengenai operasional penerbangan dengan tentu berdiskusi terlebih dahulu bersama pemangku kepentingan lainnya," terangnya.
Baca juga: Kalimantan Tengah tetapkan tanggap darurat karhutla
Lebih lanjut dia menyampaikan berdasarkan pemantauan visibilitas harian, kondisi sejak akhir Juli hingga saat ini (data terbaru 1 September 2026) masih fluktuatif.
Titik terparah tercatat pada 29β31 Agustus 2026, saat visibilitas sempat turun hingga 250β800 meter pada pagi hari, memaksa sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Memasuki awal September, kondisi berangsur membaik meski visibilitas pagi hari masih fluktuatif yakni tercatat 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan rekapitulasi 27 Juliβ31 Agustus 2026, tercatat sekitar 20 kejadian gangguan operasional penerbangan akibat visibilitas di bawah minimal, meliputi penerbangan dibatalkan delapan kejadian, penerbangan dialihkan (divert) ke Bandara Sepinggan Balikpapan empat kejadian, RTB (kembali ke bandara asal dua kejadian, go around atau waiting at origin dua kejadian, serta keterlambatan (delay) empat kejadian.
Puncak gangguan terjadi pada 30β31 Agustus 2026, ketika beberapa penerbangan IU, QG, JT, GA, ID, SI mengalami pembatalan dan pengalihan beruntun dalam satu hari akibat visibilitas jatuh di bawah 1.000 meter.
Adapun saat ini jumlah frekuensi penerbangan masih sama, yaitu sekitar 10 frekuensi dengan berbagai rute dengan rata-rata 2.397 penumpang per hari selama Agustus 2026.
Rute penerbangan yang tersedia yakni Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Semarang (SRG), Yogyakarta (YIA), Balikpapan (BPN) serta beberapa rute perintis seperti Kuala Pembuang, Muara Teweh dan Puruk Cahu.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.