Bali Harmony Encounter Week 2026 serukan etika AI dan kedamaian

Senin, 7 September 2026 17:27 WIB

Image Print

Rangkaian perhelatan internasional Bali Harmony Encounter Week 2026 resmi ditutup di Sunset Mandala, KEK Kura Kura Bali, dengan menggaungkan seruan etika tata kelola kecerdasan buatan (AI). ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Rangkaian perhelatan internasional Bali Harmony Encounter Week 2026 resmi ditutup di Sunset Mandala, KEK Kura Kura Bali, dengan menggaungkan seruan etika tata kelola kecerdasan buatan (AI) serta pesan kedamaian global.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–7 September 2026 ini menghimpun delegasi dari lebih 70 negara yang mewakili unsur pemerintah, sektor teknologi, akademisi, hingga tokoh spiritual guna menyikapi persimpangan teknologi dan moral.

Dalam kuliah umum “Intelligence: Natural and Artificial”, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie memaparkan peta jalan strategis agar negara berkembang dapat bertransformasi menjadi arsitek aktif dalam tata kelola dan riset AI dunia.

Forum internasional ini juga mencakup Consultative Dialogue on Youth serta World Encounter Summit yang menghimpun delegasi dari lebih 140 universitas untuk memastikan kepemimpinan etis dan kearifan lokal tetap menjadi inti dalam etika teknologi masa depan.

"Kedamaian bukanlah sekadar tujuan akhir yang dicapai melalui teori, melainkan sebuah hubungan yang harus kita rawat secara aktif setiap hari," ujar Suyoto dari Yayasan UID dalam forum tersebut.

Ia menambahkan bahwa melalui momentum Tri Hita Karana Universal Reflection Forum, pihaknya mengemban semangat Tri Hita Karana yang diyakini menjadi inti ajaran di seluruh agama dan tradisi di Indonesia.

Menegaskan pentingnya kepemimpinan moral, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag. menyampaikan bahwa transformasi besar lahir dari komitmen bersama.

"Kedamaian dalam diri, kedamaian antarsesama, kedamaian dengan seluruh kehidupan, ini bukan sekadar slogan, melainkan seruan aksi nyata yang dimulai dari kita sendiri hari ini," tegas Arskal Salim mewakili Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Keberhasilan perhelatan ini didukung penuh oleh kemitraan lintas sektor seperti Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, BRI, Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk., dan KEK Kura Kura Bali demi menyelaraskan inovasi teknologi dengan keadilan sosial serta pelestarian budaya.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026