Bengkulu (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Bengkulu mendorong dibuatnya regulasi penerapan kurikulum bahasa Enggano di semua jenjang sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai upaya melestarikan bahasa daerah yang terancam punah ini.

"Dari tiga bahasa daerah di Bengkulu ini, bahasa Enggano terancam punah. Untuk itu saya mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara membuat regulasi terbentuknya kurikulum pelajaran bahasa Enggano di sekolah," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan di Bengkulu, Senin.

Dalam pertemuan itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, dan tentunya bergantian tangan dengan Balai Bahasa untuk memitigasi, supaya jangan sampai punah.

Untuk itu, harapannya yang pertama adalah terbentuknya kurikulum pembelajaran bahasa Enggano di sekolah, dan mendorong pemerintah untuk membuat regulasinya.

Apabila sudah ada kurikulum, maka secara tidak langsung, itu akan memaksa generasi muda, anak-anak didik di sekolah agar belajar bahasa Enggano di ruang kelas, dan mereka bisa belajar dari kamus bahasa Enggano baik yang telah dicetak maupun daring.

Baca juga: Kemendikdasmen perkuat literasi melalui bahan bacaan bermutu

Dia menjelaskan, bahasa Enggano terancam punah dilihat dari beberapa faktor, yakni transmisi antar-generasinya sudah sangat berkurang. Jadi, penurunan dari generasi tua ke generasi berikutnya itu sudah sangat kurang.

Kemudian, dari jumlah persen yang bisa menuturkan bahasa Enggano itu juga sudah sangat berkurang persentasenya, misalnya dari keseluruhan jumlah penduduk hanya sekitar 30 persen yang bisa menuturkan bahasa Enggano, itu pertanda vitalitas bahasa menurun. 

Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Balai Bahasa Bengkulu untuk meningkatkan jumlah penutur bahasa Enggano ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriyansyah mengatakan pihaknya akan menjaga kekayaaan di daerah ini adalah bahasa daerah kabupaten ini. Salah satu bahasa daerah di kabupaten ini adalah bahasa Enggano.

Dia mengakui, penutur bahasa Enggano semakin sedikit, untuk itu diharapkan nanti ada semacam program yang akan dilaksanakan bersama dengan Balai Bahasa agar bahasa Enggano yang endemik di Kabupaten Bengkulu Utara tetap lestari. 

Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.