Denpasar (ANTARA) - Dengan terbitnya Perpres No. 74 tahun 2026 tentang Gemarikan serta mendukung kebijakan strategis di dalamnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Mutu KKP Bali memberikan pembekalan cara penanganan ikan yang baik dan penjaminan mutu ikan sebelum dikonsumsi kepada para duta maritim Bali yang diasuh oleh Forum Maritim Bali (FMB). 

Pembekalan ini dilakukan sejak dini melalui Duta-duta FMB sebagai motor penggerak edukasi agar dapat berjalan secara masiv.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai persiapan para Duta FMB yang akan memenuhi undangan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangkaian kegiatan Gita Laut dimana pada paparan yang akan disajikan salah satunya adalah kepedulian tentang menjaga mutu ikan sehingga mendukung penguatan program Gemarikan.

Kolaborasi antara Badan Mutu KKP Bali dengan Forum Maritim Bali tak berhenti di sini saja tetapi telah merancang rencana aksi antara lain pengendalian mikroplastik yang berpotensi terpapar pada ikan dan akan membahayakan manusia sebagai konsumen.

Selain itu para duta juga telah dipersiapkan oleh Badan Mutu KKP Bali sebagai DUTA MUTU IKAN yang akan mendukung program Makan Bergizi Gratis dengan menu pangan akuatik.

"Program kolaborasi ini adalah yang pertama dilakukan dan sejalan dengan visi misi FMB sehingga menrjunkan sebanyak 27 duta untuk diberikan pembekalan oleh Badan Mutu KKP Bali," kata Ketut Adil Dharma Yasa, Ketua FMB Bali.

Sementara itu Kepala Badan Mutu KKP Bali Dedy Arief Hendriyanto mengatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Mutu KKP Bali sebagai Otoritas Kompeten Penjaminan Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan memiliki tanggung jawab sosial dan instansional agar masyarakat yang mengkonsumsi ikan lebih memahami cara penanganan ikan yang baik.

Untuk itu para duta maritim adalah perpajangan tangan yang saat ini paling tepat dalam memberikan edukasi dan informasi positif.

"Dalam waktu dekat, kami akan memilih perwakilan Duta Maritim Bali sebagai Duta Mutu Ikan yang pertma di Indonesia," tambahnya.

Badan Mutu KKP selain memberikan layanan penjaminan mutu ekspor juga memiliki peran penting dalam upaya penguatan pasar ikan domestik.

Bukan hanya ikan beku dan segar yang dijamin mutunya, benihpun memerlukan penjaminan mutu dengan tujuan agar sistem ketertelusuran mutu ikan dapat dikendalikan sehingga dapat memberikan garansi konsumsi ikan domestik.

Apalagi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah ditunjuk oleh Presiden sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi Nasional Gemarikan.

Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.