Rabu, 23 September 2026 - 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Tokoh senior Partai Golongan Karya (Golkar), Azis Samual menyampaikan dua hal krusial mendesak terkait arah politik nasional dan tata kelola internal Partai Golkar.

Baca Juga

Poin utama tersebut mencakup dukungan penuh terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo Subianto hingga Pemilu 2029, serta tindakan tegas terhadap kader atau pengurus partai yang terseret kasus korupsi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi pidato Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan pada HUT Ke-28 PAN tanggal 18 September 2026, tokoh senior Partai Golkar Azis Samual mengapresiasi langkah politik PAN yang dengan tegas menyatakan kesetiaan serta dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto menuju Pemilu 2029.

Baca Juga

DPP Partai Golkar didorong untuk segera menyusul langkah tersebut dengan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) sebagai forum resmi pengambilan keputusan partai. 

"Dinamika politik hari ini membutuhkan keberlanjutan kepemimpinan (sustainable authority) demi menjaga stabilitas nasional. Kepastian politik jangka panjang ini sangat krusial untuk memberikan sentimen positif bagi pasar dan menjaga kepercayaan publik serta investor terhadap arah kebijakan pemerintah," kata Azis dikutip Rabu 23 September 2026.

Baca Juga

Desak Pemecatan Kader Terlibat Korupsi

Mengenai isu integritas partai, Azis Samual mendesak DPP Partai Golkar untuk melakukan pembersihan secara masif di seluruh tingkatan organisasi. Hal ini merespon masih adanya pengurus dan kader Partai Golkar yang terjerat kasus korupsi termasuk kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang belakangan ini kembali melibatkan Partai Golkar. 

Diperlukan langkah-langkah tegas yang mendesak untuk segera memberhentikan atau memecat dari kepengurusan seluruh kader atau pengurus di semua tingkatan yang terbukti terlibat kasus korupsi atau terkena OTT KPK. Demikian juga untuk membersihkan kepengurusan partai dari kader yang berstatus sebagai mantan narapidana kasus korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini untuk memastikan bahwa Partai Golkar tidak dinilai oleh masyarakat luas sebagai bunker atau "tempat perlindungan" bagi para pelaku kejahatan korupsi. 

"Langkah tegas pembersihan internal dari kader bermasalah hukum merupakan komitmen nyata Partai Golkar dalam mendukung penuh visi Presiden Prabowo Subianto. Dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak cukup hanya disampaikan melalui jargon atau forum politik, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan konkret menjaga integritas partai pendukung agar senafas dengan semangat pemberantasan korupsi yang digaungkan Kepala Negara," kata Azis.

Halaman Selanjutnya

Pembersihan institusi partai dari pengurus yang terseret kasus korupsi maupun mantan narapidana menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berwibawa (clean and strong governance).