Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan pendaftaran peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan 2/Tahun 2026 Tahap (Batch) 1 resmi dibuka per Kamis.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan calon peserta Program Magang Nasional 2026 tahap pertama ini sudah bisa mendaftar dan memilih lowongan magang pada perusahaan yang telah dinyatakan lolos sebagai mitra penyelenggara.
“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya,” ujar Darmawansyah.
Adapun Kemnaker turut mengapresiasi partisipasi perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai calon mitra penyelenggara Magang Nasional 2026 Tahap 1.
Ia mengatakan partisipasi perusahaan menjadi modal penting dalam memperluas kesempatan magang yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Program Magang Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026,” ujar Darmawansyah.
Ia melanjutkan perusahaan yang belum lolos sebagai mitra penyelenggara Magang Nasional Angkatan 2/Tahun 2026 Tahap 1 menerima dua jenis notifikasi pada sistem berdasarkan hasil verifikasi.
Darmawansyah menjelaskan perusahaan yang menerima notifikasi "Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi" berarti belum lolos sebagai mitra penyelenggara Magang Nasional 2026 Tahap 1.
Meski demikian, perusahaan tersebut akan otomatis diikutsertakan dalam proses verifikasi dan seleksi program pada tahap berikutnya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Berbeda dengan itu, perusahaan yang menerima notifikasi "Penyelenggara Ditolak" juga belum lolos sebagai mitra penyelenggara Magang Nasional Angkatan 2/Tahun 2026 Tahap 1.
Untuk dapat mengikuti seleksi pada tahap berikutnya, perusahaan perlu mendaftarkan kembali sebagai calon mitra penyelenggara.
Agar peluang lolos pada tahap berikutnya semakin besar, Darmawansyah mengimbau perusahaan memperhatikan beberapa hal.
Pertama, memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), meliputi profil perusahaan, jumlah pegawai, dan data pegawai telah dilengkapi serta diperbarui melalui wajiblapor.kemnaker.go.id.
Operator dan mentor perusahaan juga harus sudah tercantum dalam data WLKP.
Kedua, lowongan magang yang diajukan harus relevan dengan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Lowongan yang bersifat operator atau tidak sesuai dengan tujuan pengembangan kompetensi peserta berpotensi ditolak dalam proses verifikasi.
Ketiga, kurikulum magang harus selaras dengan posisi yang diajukan.
“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” kata Darmawansyah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pendaftaran peserta Magang Nasional 2026 Tahap 1 resmi dibuka
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.