Dian Eko Prasetio
| 10 September 2026, 18:41 WIB

Skuad Timnas Basket Putra Indonesia saat menjalani pemusatan latihan di Dewa United Arena, Banten. PERBASI.
AKURAT.CO, Pengalaman tidak menyenangkan harus dialami Tim Nasional Basket 5x5 Indonesia Putra jelang melakoni laga perdana pool A Asian Games 2026 melawan tim tuan rumah Jepang di Aichi International Arena, Aichi, Kamis (10/9/2026).
Skuad Merah Putih terlantar dan terpaksa menunggu bus jemputan yang terlambat hingga 41 menit tanpa kepastian di bawah guyuran gerimis hujan.
Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, menyayangkan insiden fatal ini bisa terjadi di ajang berkelas internasional, terlebih saat Indonesia dijadwalkan bertanding melawan tuan rumah.
"Sebelum pertandingan sore ini melawan tuan rumah Jepang, kami dari tim bola basket putra 5x5 memberikan informasi bahwa bus yang seharusnya memberangkatkan kami ke venue mengalami keterlambatan tanpa informasi selama 41 menit," kata Jeremy Santoso dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Asian Games: Timnas Basket Indonesia Putra Tantang Tuan Rumah Jepang di Laga Perdana Sore Ini
Jeremy mengungkapkan bahwa tidak ada satupun panitia lokal (local organizing committee) di kampung atlet (athlete village) yang mampu memberikan alasan logis atas keterlambatan penjemputan armada tersebut.
Kondisi tersebut makin diperparah dengan fasilitas tempat menunggu yang terbilang ala kadarnya di tengah guyuran gerimis hujan.
"Seperti kita ketahui, menunggu di bawah halte dengan fasilitas yang seadanya, kursi yang seadanya, tenda di luar hujan gerimis, atlet kita harus menunggu 41 menit," sesal Jeremy.
Sentil Stereotipe Ketepatan Waktu Orang Jepang
Atas insiden yang merugikan persiapan fisik dan mental para pemain sebelum laga krusial ini, pihak Perbasi telah melayangkan laporan resmi melalui Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Chef de Mission (CdM) agar diselesaikan pada rapat evaluasi (CdM meeting).
"Kita sangat menyayangkan dan kita sudah komunikasikan ini ke pihak CdM dan NOC untuk memberikan laporan resmi agar dibahas di CdM meeting kemudian hari. Kami juga mengucapkan terima kasih atas koordinasi tim CdM dan NOC yang cepat memberikan respons serta solusi," tambahnya.
Lebih lanjut, Jeremy melontarkan kritik pedas terhadap kesiapan Jepang sebagai tuan rumah multievent olahraga terbesar se-Asia tersebut. Ia tak menyangka negara yang kondang dengan budaya disiplin dan ketepatan waktunya justru kebobolan pada hal-hal mendasar.