AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat kembali memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menjatuhkan sanksi baru kepada sejumlah individu, perusahaan, dan jaringan keuangan yang dituding membantu elite pemerintahan Teheran menyembunyikan aset di luar negeri.

Departemen Keuangan Amerika Serikat dalam pernyataan resminya pada Jumat (10/7/2026) mengumumkan bahwa salah satu tokoh yang masuk daftar sanksi adalah Ali Ansari, yang disebut sebagai penyandang dana bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, serta sejumlah pejabat senior lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington memutus akses finansial para elite Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Ali Ansari Diduga Kelola Skema Korupsi Besar

Menurut Departemen Keuangan AS, Ali Ansari diduga membangun jaringan korupsi yang mengakar di pemerintahan Iran dengan mengalihkan dana negara untuk kepentingan kelompok elite.

Washington menuduh Ansari menyelewengkan anggaran publik, termasuk dana sektor kesehatan, yang kemudian digunakan untuk memperkaya pejabat tinggi Iran dan mendukung aktivitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Ansari yang disebut bermukim di Dubai juga diduga menginvestasikan dana milik rezim Iran ke berbagai aset di Uni Emirat Arab, Eropa, serta negara-negara lain yang tidak berada dalam rezim sanksi internasional.

Pemerintah AS menilai jaringan investasi tersebut sengaja dibangun untuk melindungi kekayaan para petinggi Iran dari pembatasan ekonomi yang diberlakukan Barat.

Jaringan Penukaran Uang Bayangan Ikut Masuk Daftar Hitam

Selain Ali Ansari, Departemen Keuangan AS turut menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah shadow exchange houses atau rumah penukaran uang bayangan yang diduga menjadi jalur pemindahan dana bagi bank-bank Iran yang sebelumnya telah dikenai sanksi.

Dalam keterangannya, otoritas Amerika menyebut jaringan tersebut memanfaatkan perusahaan cangkang untuk memindahkan miliaran dolar setiap tahun atas nama lembaga keuangan Iran.

Dalam paket sanksi terbaru itu, Washington menargetkan tiga rumah penukaran uang bayangan, tujuh individu yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut, serta dua perusahaan cangkang yang berbasis di Hong Kong dan Uni Emirat Arab. Seluruh entitas tersebut dituding berperan dalam memfasilitasi perpindahan dana bagi lembaga keuangan Iran yang telah lebih dulu dikenai sanksi Amerika Serikat.

Seluruh aset yang berada di bawah yurisdiksi Amerika Serikat dibekukan. Selain itu, setiap warga negara maupun perusahaan AS yang memiliki hubungan bisnis dengan entitas yang dikenai sanksi wajib melaporkannya kepada Office of Foreign Assets Control (OFAC).

Scott Bessent: Elite Iran Akan Terus Diisolasi

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menegaskan Washington akan terus menggunakan seluruh instrumen ekonomi untuk mengisolasi para elite pemerintahan Iran dari sistem keuangan global.