Jakarta (ANTARA) - Atlet panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia pada ajang World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di Guiyang, China.

Cikal, sapaan Ardana Cikal Damarwulan, menjadi yang terbaik pada nomor boulder putra kelompok usia U-17 setelah mencatatkan skor 69,7 pada babak final yang berlangsung di Guiyang, Sabtu.

Dalam klasemen final, Cikal mengungguli atlet Jepang Takumi Nakayama yang menempati posisi kedua dengan skor 69,2, serta Jungyoon Choi dari Korea Selatan yang juga membukukan skor 69,2.

Sementara itu, atlet China Zerun Mu berada di posisi keempat dengan skor 59,7, diikuti Taketo Saiki dari Jepang (54,7), Heming Huang dari China (44,2), dan Boxuan Chen dari China (39,4).

Hasil tersebut menjadi prestasi penting bagi Indonesia dalam kejuaraan yang berlangsung pada 21-25 Agustus 2026 dan mempertandingkan disiplin speed, lead, boulder, serta speed relay.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan 13 atlet muda untuk tampil pada kejuaraan tersebut. Kontingen Indonesia diperkuat enam atlet putra dan tujuh atlet putri yang bersaing pada kelompok usia U-17 dan U-19.

Indonesia ambil bagian dalam 14 nomor dari total 16 nomor yang dipertandingkan. Kejuaraan tahun ini juga menghadirkan nomor speed relay atau estafet yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian Asia Youth Championship.

Cikal sebelumnya juga dipercaya memperkuat Indonesia pada nomor lead putra U-17. Kehadirannya di dua disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya FPTI memberikan pengalaman bertanding internasional kepada atlet-atlet muda sekaligus mengukur perkembangan mereka menghadapi persaingan di level Asia.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ardana Cikal raih medali emas World Climbing Asia Youth Championship

Pewarta: Arindra Meodia
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.