AKURAT.CO Apple dikabarkan tengah berupaya menekan harga panel OLED untuk iPhone 18 Pro Max. Kebijakan ini dilakukan karena biaya komponen lain, seperti chip memori, terus mengalami kenaikan.

Dikutip dari The Elec, Senin (27/7/2026), Apple mengajukan harga US$70 (sekitar Rp1,2 jutaan) per panel OLED kepada para pemasok. Namun, harga akhirnya diperkirakan bisa turun hingga US$66,5 (sekitar Rp1,1, jutaan) per panel.

Jika terealisasi, angka tersebut berarti sekitar 20 persen lebih murah dibanding harga panel OLED yang digunakan pada iPhone 17 Pro Max. Penurunan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Padahal, panel OLED iPhone 18 Pro Max disebut memiliki proses produksi yang lebih kompleks. Meski begitu, Apple dikabarkan akan memakai material Samsung Display M16 yang meningkatkan efisiensi cahaya, daya tahan dan kualitas warna.

Tidak hanya Apple, sejumlah produsen smartphone juga disebut mulai menekan biaya pengadaan komponen lain untuk mengimbangi kenaikan harga chip memori. Panel layar dan modul kamera menjadi dua komponen yang paling banyak dinegosiasikan.

Berdasarkan riset UBI Research, Samsung Display diperkirakan memasok sekitar 46 juta panel OLED untuk lini iPhone 18. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 2 juta unit untuk iPhone 18, 18 juta unit untuk iPhone 18 Pro dan 26 juta unit untuk iPhone 18 Pro Max.

Sementara itu, LG Display diproyeksikan memasok sekitar 41 juta panel OLED. Rinciannya meliputi 1 juta panel untuk iPhone 18, 19 juta panel untuk iPhone 18 Pro dan 21 juta panel untuk iPhone 18 Pro Max.

Apple diperkirakan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada September 2026 bersamaan dengan iPhone lipat pertamanya. Adapun iPhone 18 versi reguler dan iPhone 18e diprediksi menyusul pada musim semi 2027.

Meski Apple menekan biaya komponen, harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan tetap naik. Keduanya disebut akan dibanderol mulai US$1.299 (sekitar Rp23 jutaan) dan US$1.399 (sekitar Rp25 jutaan) karena biaya memori dan penyimpanan yang lebih tinggi.