Bagikan:

JAKARTA – Pejuang Merah Putih SuperApps tengah menyiapkan aplikasi digital khusus untuk memperkuat perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur dalam waktu sekitar tiga bulan dengan berbagai fitur, mulai dari tombol darurat (SOS Button), dompet digital (e-wallet), layanan remitansi, hingga bantuan hukum.

CEO Pejuang Merah Putih SuperApps Ivan Raoul Benedict mengatakan pengembangan aplikasi ini merupakan respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi PMI, seperti keterlambatan pembayaran gaji, kekerasan, kecelakaan kerja, hingga permasalahan hukum di negara penempatan.

"Kami juga memiliki law office di berbagai negara untuk membantu proses-proses hukum bagi PMI yang tersebar di seluruh dunia. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang sehat agar SDM Indonesia siap bersaing di kancah internasional," kata Ivan dalam keterangannya, Kamis 23 Juli.

Aplikasi tersebut akan dibekali sejumlah fitur, di antaranya e-wallet, remitansi, digital salary, SOS Panic Button, e-job, e-shopping, e-healthy, digital working permit, insurance working payment, legal advice and crisis centre, serta funeral help service.

Ivan menjelaskan aplikasi dapat diakses seluruh PMI, baik yang berstatus prosedural maupun nonprosedural. Menurutnya, perusahaan sengaja mempermudah proses pendaftaran agar seluruh pekerja migran dapat memperoleh akses terhadap layanan perlindungan.

"Silakan unduh aplikasinya. Sekarang hampir semua orang memiliki telepon genggam, jadi kami ingin mempermudah akses bagi seluruh warga Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, COO Pejuang Merah Putih SuperApps Hazrin Basri menjelaskan fitur SOS Button dirancang untuk mempercepat penanganan kondisi darurat yang dialami PMI. Pengguna cukup membuka aplikasi dan memilih jenis kejadian, seperti kecelakaan kerja, kekerasan, maupun persoalan gaji.

Setelah laporan dikirim, sistem akan secara otomatis meneruskan notifikasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia, instansi pemerintah terkait, serta kontak darurat yang telah terhubung dalam aplikasi.

"Kalau kecelakaan, responsnya tentu berbeda dengan pengaduan gaji. Semua sudah disesuaikan agar penanganannya lebih cepat dan tepat," kata Hazrin.

Selain itu, aplikasi juga menyediakan layanan e-wallet yang disesuaikan dengan negara tempat PMI bekerja. Pada tahap awal, sistem pembayaran akan diterapkan di Malaysia sebelum diperluas ke Taiwan dan negara tujuan lainnya. Layanan tersebut mendukung penggunaan kartu Visa dan Mastercard sehingga pengguna dapat bertransaksi tanpa membawa uang tunai.

Menurut Hazrin, layanan e-wallet tidak hanya ditujukan bagi PMI, tetapi juga dapat dimanfaatkan seluruh warga negara Indonesia yang berada di luar negeri dan tetap dapat digunakan ketika kembali ke Indonesia.

Implementasi awal aplikasi akan difokuskan di kawasan ASEAN dengan Malaysia sebagai prioritas karena menjadi salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia. Selanjutnya, layanan akan diperluas ke Taiwan, China, Arab Saudi, Korea Selatan, dan negara lain dengan populasi PMI yang besar.

BACA JUGA:


Untuk memperluas jangkauan pengguna, Pejuang Merah Putih SuperApps akan menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia di berbagai negara penempatan serta organisasi nonpemerintah (NGO) yang membina komunitas pekerja migran. Sosialisasi juga akan dilakukan melalui media massa dan media sosial agar layanan perlindungan tersebut dapat diakses lebih luas oleh PMI.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+