Kondisi ini membuat masyarakat perlu mewaspadai risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di tengah paparan asap karhutla.
Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika menghirup asap karhutla? Paparan asap dapat memengaruhi saluran pernapasan hingga organ tubuh lainnya, terlebih jika terjadi dalam waktu lama atau berulang.
Baca Juga: Koalisi Ojol Nasional Pastikan Absen di Aksi 27 Agustus, Minta Driver Tak Terprovokasi
Dampak Menghirup Asap Karhutla bagi Tubuh
1. Menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan
Paparan asap karhutla dapat membuat mata terasa perih, merah, dan terus berair. Tenggorokan juga bisa menjadi kering, gatal, atau terasa tidak nyaman akibat zat-zat yang terkandung dalam asap.
2. Memicu batuk hingga sesak napas
Partikel yang terbawa asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini bisa menimbulkan batuk, produksi dahak, napas berbunyi, hingga kesulitan bernapas.
3. Membuat paru-paru mengalami peradangan
Partikel berukuran sangat kecil seperti PM2.5 dapat masuk lebih dalam ke paru-paru. Ketika terhirup, partikel tersebut dapat memicu respons peradangan sehingga sistem pernapasan harus bekerja lebih keras.
4. Menimbulkan sakit kepala dan pusing
Asap kebakaran mengandung berbagai zat, termasuk karbon monoksida. Jika terhirup dalam jumlah cukup banyak, seseorang dapat mengalami sakit kepala, pusing, tubuh terasa lemas, atau mual.
5. Memperparah gangguan pernapasan yang sudah ada
Bagi penderita asma atau penyakit paru-paru lainnya, kualitas udara yang buruk akibat karhutla dapat membuat kondisi semakin berat. Gejala seperti batuk, sesak, dan napas berbunyi dapat menjadi lebih sering atau parah.
Baca Juga: Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemda Jatim Minta Industri Tembakau Tidak Dimatikan
6. Berpengaruh terhadap kesehatan jantung
Dampak asap karhutla tidak hanya dirasakan oleh paru-paru. Paparan partikel halus dalam jumlah tinggi juga dapat memicu peradangan dalam tubuh dan memberikan tekanan tambahan pada jantung serta pembuluh darah.
7. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika terjadi terus-menerus
Paparan asap karhutla yang berlangsung dalam waktu lama atau berulang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan dan jantung. Karena itu, paparan asap sebaiknya dikurangi sebanyak mungkin.
FAQ
1. Apa yang terjadi jika menghirup asap karhutla?
Menghirup asap karhutla dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak napas, sakit kepala, hingga memperburuk penyakit pernapasan yang sudah ada.
2. Apakah asap karhutla berbahaya bagi paru-paru?
Ya. Partikel halus yang terdapat dalam asap, seperti PM2.5, dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu peradangan pada saluran pernapasan.
3. Siapa yang paling rentan terhadap asap karhutla?
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma, penyakit paru-paru, atau gangguan jantung perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk akibat asap.
4. Apakah asap karhutla bisa menyebabkan sesak napas?
Bisa. Partikel dan zat yang terkandung dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu batuk, napas berbunyi, dan sesak napas.
5. Apakah paparan asap karhutla dalam jangka panjang berbahaya?
Paparan yang berlangsung lama atau berulang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Kesimpulan
Menghirup asap karhutla tidak boleh dianggap sepele karena dapat memberikan dampak terhadap berbagai bagian tubuh.
Mulai dari mata dan tenggorokan yang mengalami iritasi, batuk dan sesak napas, hingga peradangan paru-paru serta gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah.
Risiko tersebut dapat menjadi lebih besar jika paparan berlangsung dalam waktu lama atau berulang.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan memperhatikan kondisi kualitas udara, terutama saat terjadi karhutla di wilayah sekitar.