AKURAT.CO Agama Islam saat ini merupakan salah satu agama dengan pemeluk terbesar di dunia yang membawa pengaruh mendalam bagi peradaban manusia. Namun, keberadaan ajaran ini tidak muncul secara mendadak dalam skala besar, melainkan berawal dari sebuah gerakan spiritual di kawasan Jazirah Arab pada awal abad ke-7 Masehi.

Kelahiran Islam menandai transisi sosial dan keagamaan yang besar bagi masyarakat Arab yang saat itu berada dalam kondisi kesukuan dan tradisi jahiliah. Memahami awal mula sejarah agama Islam di dunia secara tuntas memberikan gambaran jernih mengenai perjalanan wahyu, perjuangan dakwah awal, hingga terbentuknya tatanan masyarakat baru.

Baca Juga: Kinerja Komunikasi Direktorat PAI Menguat, Publik Apresiasi Program Pendidikan Agama Islam

Jazirah Arab Pra-Islam dan Terbitnya Wahyu Pertama

Sebelum Islam lahir, masyarakat di kawasan Makkah dan sekitarnya hidup dalam struktur kesukuan (kabilah) yang sangat terfragmentasi.

Secara keagamaan, mayoritas masyarakat Makkah saat itu menganut kepercayaan politeisme (mungut dan menyembah berhala di sekitar Ka'bah), meskipun tradisi ajaran monoteisme (Hanif) peninggalan Nabi Ibrahim AS masih tersisa di sebagian kecil lingkaran masyarakat.

Awal mula kelahiran Islam secara historis dan teologis ditandai dengan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW:

  • Tahannuts di Gua Hira: Nabi Muhammad SAW yang prihatin atas krisis moral dan ketimpangan sosial masyarakat Makkah sering mengasingkan diri (tahannuts) untuk merenung di Gua Hira, yang terletak di Jabal Nur, dekat Makkah.

  • Peristiwa Nuzulul Qur'an (610 M): Pada malam bulan Ramadan tahun 610 M (saat Nabi berusia 40 tahun), Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama, yaitu Surat Al-'Alaq ayat 1–5. Peristiwa ini menandai pengangkatan Muhammad SAW secara resmi sebagai Rasulullah (utusan Allah).

Periode Dakwah Mekah: Sembunyi-sembunyi dan Terang-terangan

Setelah menerima wahyu, perjalanan penyebaran ajaran Islam di Makkah terbagi menjadi dua fase utama:

  • Fase Dakwah Sembunyi-sembunyi (Siri): Berlangsung selama sekitar 3 tahun, berfokus pada lingkaran keluarga dan sahabat terdekat di rumah Arqam bin Abi al-Arqam. Orang-orang pertama yang memeluk Islam dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun (termasuk Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Zaid bin Haritsah).

  • Fase Dakwah Terang-terangan (Jahri): Setelah turun Surat Al-Hijr ayat 94, Rasulullah mulai menyerukan ketauhidan secara terbuka kepada khalayak umum Makkah. Pemikiran tauhid yang menolak penyembahan berhala serta menyerukan kesetaraan derajat manusia mendapat penolakan keras dari kaum bangsawan Quraisy karena dianggap mengancam pengaruh politik dan ekonomi mereka.

Baca Juga: Doa Setelah Peringatan Acara Isra Mi'raj 2025

Peristiwa Isra Mi'raj dan Pintu Menuju Hijrah

Di tengah tingginya tekanan dan boikot ekonomi dari kaum Quraisy, serta duka atas wafatnya Khadijah dan Abu Thalib (Amul Huzni), maka terjadi peristiwa spiritual agung Isra Mi'raj. Perintah salat lima waktu disyariatkan langsung dalam peristiwa ini.

Melihat penolakan di Mekah yang kian memuncak, Rasulullah mulai mencari suaka dakwah ke luar kota Mekah, yang kemudian membuka jalan bagi peristiwa besar Hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 M. Peristiwa Hijrah ini kelak ditetapkan sebagai titik awal Penanggalan Kalender Hijriah.

Awal mula sejarah Islam di dunia dibentuk melalui keteguhan dakwah ketauhidan dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat Arab Mekah. Perjuangan awal ini menjadi pilar utama yang melandasi pesatnya perkembangan peradaban Islam ke seluruh belahan dunia di masa-masa berikutnya.

Nasywa Mutiara Pratista (Magang)