Aceh Tamiang (ANTARA) - Masyarakat Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang bergotong royong membuat tanggul darurat dari karung goni berisi tanah untuk mengantisipasi banjir luapan sungai yang mulai mencapai badan tanggul.
Warga Desa Marlempang, Agus Setiawan (30), di Aceh Tamiang, Sabtu, mengatakan air mulai naik melalui badan tanggul sejak Jumat (18/9) sekitar pukul 14.00 WIB, dan masyarakat khawatir tanggul tersebut jebol.
"Warga dari Desa Marlempang dan Desa Balai bersama-sama melakukan penimbunan dengan membuat benteng goni. Kalau tidak cepat ditimbun oleh masyarakat, tanggul ini pasti jebol karena badan tanggulnya bercampur pasir," kata Agus.
Ia mengatakan, peristiwa meluapnya debit sungai ini sudah sempat ditinjau oleh pejabat kecamatan hingga kabupaten, dan berjanji membantu menurunkan alat berat.
"Iya bekonya tadi malam pukul 23.00 WIB baru sampai lokasi. Pagi ini (Sabtu) baru kerja," ujarnya.
Sementara itu, warga Desa Balai, Adi Syahputra, mengatakan badan tanggul sejauh ini belum pecah, tetapi air sungai sudah mulai melewati bagian atas tanggul. Apalagi posisi tanggul lebih rendah dibandingkan permukaan sungai.
"Tanggul itu dibangun setelah banjir besar pada akhir 2025. Jaraknya sekitar 30-50 meter dari tepi sungai," katanya.
Tokoh pemuda Desa Balai ini menambahkan, luapan Sungai Tamiang saat ini baru berdampak pada Desa Marlempang. Genangan masih berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat dan berjarak sekitar 2-3 kilometer dari pemukiman warga.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tamiang, Syuibun Anwar saat meninjau kondisi tanggul di pesisir Desa Marlempang mengatakan kondisi tanggul tersebut belum jebol, tetapi debit air sungai telah melampauinya.
Penanganan tanggul yang dilampaui arus sungai, kata dia, masih dilakukan secara manual. Sehingga mereka membantu mengerahkan alat berat ke lokasi untuk meninggikan badan tanggul yang terancam tergerus.
"Dinas PU telah menurunkan alat berat ke lokasi untuk menangani tanggul tersebut. Namun, alat beratnya yang kecil karena alat berat besar tidak bisa masuk ke lokasi," kata Syuibun.
Dirinya mengimbau, kepada masyarakat yang berada di wilayah pesisir agar selalu waspada, mengingat intensitas hujan di Kabupaten Aceh Tamiang mulai meningkat.
Warga juga diminta memantau perkembangan banjir dan kondisi tanggul yang rawan jebol. Jika menemukan kondisi yang membahayakan, segera melaporkannya kepada perangkat desa untuk diteruskan kepada camat dan pemerintah daerah agar dapat segera ditangani.
Pewarta: Dede Harison
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.