Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:37 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus pada semester II-2026, untuk mengantisipasi dampak El Nino yang sudah mulai aktif sejak Juni dan berpotensi mempengaruhi berbagai sektor.
Baca Juga
Purbaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar stimulus tersebut segera disiapkan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino terhadap perekonomian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pak Presiden sudah memerintahkan menyiapkan untuk program itu,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca Juga
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Namun, Dia menyampaikan bahwa hingga kini pemerintah belum menetapkan nilai anggaran maupun rincian program, karena proses pembahasan masih berlangsung. Kementerian Keuangan diakui Purbaya masih menunggu usulan dari para kementerian teknis sebelum stimulus tersebut diputuskan.
Baca Juga
"Begitu selesai ya kita jalankan. Tapi masih didiskusikan sekarang,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, El Nino telah mencapai kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, sehingga berisiko memicu musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Selasa, 4 Agustus 2026 mengatakan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa El Nino memiliki indeks ENSO sebesar +1,59, yang menempatkannya pada kategori kuat.
Menurut BMKG, curah hujan pada Agustus hingga September 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah sebelum musim hujan mulai datang pada pertengahan Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dampak fenomena tersebut terutama dirasakan di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Papua bagian selatan.
BMKG juga mengingatkan El Nino berpotensi mempengaruhi berbagai sektor, antara lain pertanian, penyediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, kebakaran hutan dan lahan, energi, kesehatan, perikanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. (Ant).
Pokok & Bunga Kredit Kopdes Rp 240 Triliun Ditanggung APBN, Purbaya: Cicilan Pertama Cair September 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, APBN tidak hanya menanggung pembayaran bunga kredit Koperasi Desa (Kopdes), tapi juga akan melunasi angsuran pokoknya.
VIVA.co.id
5 Agustus 2026