Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pengembangan kuliner berbasis kearifan lokal guna menjadikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo naik kelas.
"Salah satunya melalui bimbingan teknis (bimtek) ekonomi kreatif bidang kuliner dimana pelaku usaha didorong mengembangkan inovasi produk agar memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," katanya di sela kegiatan Bimtek yang diikuti 70 orang peserta di Sidoarjo, Sabtu.
BHS sapaan akrab Bambang Haryo Soekartono mengatakan pengembangan UMKM juga perlu disertai pendampingan perizinan, manajemen usaha, hingga akses permodalan.
Ia mengatakan, pelaku usaha dapat memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk kebijakan pembiayaan yang lebih mudah dan cepat.
BHS mengatakan potensi ikan bandeng sebagai bahan pangan unggulan Sidoarjo yang dapat dikembangkan menjadi produk kuliner modern. Salah satunya burger bandeng yang dinilai memiliki peluang menarik bagi konsumen muda.
"UMKM ini diharapkan bisa naik kelas dengan adanya menu-menu baru yang basisnya budaya lokal. Di Sidoarjo ini ada bandeng, dan ini agak dimodernkan sedikit. Burger bandeng ini ternyata kesukaan anak-anak muda,” ujarnya.
Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Amir Hamzah mengatakan potensi kuliner menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif Sidoarjo.
"Sekitar 65 persen potensi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan kuliner dan penggiatnya," katanya.
Menurut Amir, pemanfaatan bahan lokal perlu dipadukan dengan teknologi, inovasi, dan kreativitas agar produk tradisional dapat diterima oleh pasar modern.
"Dengan mengkreasikan teknologi dan inovasi kreatif dari para chef, bisa menjadikan makanan yang kekinian dan diterima oleh anak muda," kata Amir.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat meningkatkan perekonomian keluarga.
Ia menilai, pengembangan kuliner berbasis kearifan lokal dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan yang selama ini tersedia di masyarakat.
“Bandeng yang setiap hari ada di kita, dengan kombinasi inovasi menjadi makanan kekinian, bisa mendongkrak nilai ekonomi, terutama ekonomi keluarga,” ujar Rudi.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.