Bandarlampung (ANTARA) - Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani, menyebut generasi muda harus mampu membuktikan diri di politik mengingat memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan jumlah pemilih dari kelompok Generasi Z dan milenial yang mencapai sekitar 58 persen dari total pemilih pada Pemilu 2024," kata Ruby dalam dialog yang digelar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung bertajuk Generasi Muda Perempuan, Saatnya Bicara dan Beraksi di Kancah Politik, di Bandarlampung, Sabtu.

Dia mengatakan bahwa besarnya jumlah pemilih muda juga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk terjun dan berkiprah dalam kontestasi politik.

“Saya muda dan saya perempuan. Meski saya memiliki privilese dari keluarga yang cukup mampu membawa saya di posisi sekarang, saya banyak belajar hal yang tidak mudah. Untuk bertahan dan bisa didengar, butuh perjuangan. Faktanya, tidak ada dari keluarga saya yang berpolitik. Semua harus saya pelajari sendiri,” kata Ruby.

Ia mengatakan tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani generasi muda untuk membuktikan kemampuan dan kelayakan mereka dalam dunia politik.

“Saya harus membuktikan saya mampu dan layak. Saya yakin kita semua bisa,” ujarnya.

Ruby juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan ruang digital.

Menurut dia, sebagian besar aktivitas politik generasi muda kini berlangsung di ruang digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat.

Namun, lanjut dia, tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Hoaks, deepfake, dan ujaran kebencian dinilai dapat memengaruhi cara generasi muda memandang politik.

“Dengan anak-anak muda masuk ke politik, kita harus membuka ruang untuk memahami pentingnya literasi digital,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri mengatakan perempuan perlu didorong menjadi aktor dalam dunia politik agar dapat menyuarakan aspirasi perempuan.

“Di Provinsi Lampung, ada Perda Pengarusutamaan Gender yang mendorong perempuan agar punya kesempatan yang sama dengan laki-laki. Sehingga pembangunan ini bisa dirasakan semua pihak tanpa terkecuali,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Adrina Yustitia mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah pendidikan politik bagi pemilih pemula, khususnya perempuan, agar memiliki pemahaman politik yang lebih komprehensif.

Menurut dia, pemahaman politik diperlukan agar generasi muda tidak sekadar mengikuti polarisasi politik dan hanya menjadi objek dalam kegiatan politik.

Ketua DPD KPPI Lampung, Nenden Tresnanursari, mengatakan KPPI menjadi wadah bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan diri terjun ke dunia politik.

"Jadilah generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. Di sini kita bisa sama-sama belajar,” ujarnya.

Nenden menjelaskan, KPPI berfokus pada empat hal utama, yakni pendidikan politik, mendorong keterwakilan perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif sesuai amanat undang-undang sebesar 30 persen, melakukan advokasi kebijakan publik yang ramah terhadap perempuan dan anak, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca juga: Komisi I DPR: Reshuffle jelang dua tahun Prabowo bagian dari evaluasi

Baca juga: Anggota DPR dorong Kapolri perkuat kepastian laporan masyarakat

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.