Jangan Panik, Ini 6 Cara Bantu Anak Tak Lagi Takut Anjing
CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 20:00 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Anak takut terhadap anjing merupakan hal yang cukup umum terjadi. Ditambah lagi gonggongan yang keras atau melihat anjing berukuran besar, bisa membuat anak makin takut.
Ketakutan ini bisa muncul karena anak belum memahami perilaku anjing, sehingga semua situasi terasa mengancam. Jika Anda tinggal di lingkungan yang banyak anjing atau memelihara anjing di rumah, penting untuk membantu anak menghadapi rasa takut tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, rasa takut anjing atau phobia terhadap anjing (cynophobia) bisa dikurangi secara bertahap dengan pendekatan tepat. Dengan dukungan orang tua, anak bisa belajar merasa lebih tenang dan percaya diri saat berhadapan dengan anjing.
1. Jadilah pendukung utama anak
Saat anak menunjukkan rasa takut anjing, jangan langsung memaksa mereka untuk mendekat. Sebaliknya, tunjukkan Anda memahami perasaannya dan berada di pihaknya.
Menurut laman The Cynophobia Clinic, anak perlu merasa aman terlebih dahuhlu sebelum belajar menghadapi ketakutannya. Dengan sikap yang empatik, anak akan lebih mudah percaya ia bisa melewati situasi ini tanpa paksaan.
Pilihan Redaksi
- Pria 38 Tahun Ini Tak Sadar 'Pelihara' Kecoak di Ususnya, Kok Bisa?
- Ada Parfum Beraroma 'Bulu Anak Kucing', Seperti Apa Wanginya?
- Ini 8 Tanda Kucing Sedang Bosan, Saatnya Buat Main Bareng!
2. Pelajari perilaku anjing
Makin Anda memahami perilaku anjing, makin mudah membantu anak mengatasi takut anjing. Banyak ketakutan muncul karena hal yang tidak diketahui.
Jadi, pelajari lebih jauh tentang tanda-tanda anjing yang ramah, anjing yang agresif, hingga cara berinteraksi yang aman dengan anjing. Jangan pula cepat percaya dengan mitos yang sering beredar, misalnya ras anjing tertentu pasti galak atau selalu jinak.
3. Kenalkan dengan anjing yang tenang dan jinak
Jika anak sudah siap, ajak ia bertemu anjing yang kalem dan terbiasa berinteraksi dengan manusia. Anda bisa pilih anjing milik teman atau keluarga yang memiliki sifat lembut dan penurut.
Tips dari Neater Pets, untuk awalan, perkenalkan dengan anjing berukuran kecil yang terasa lebih aman. Jangan pilih anjing yang terlalu aktif atau suka melompat, karena justru bisa membuat anak makin cemas.
4. Orang tua jangan ikut panik
Anak sangat peka terhadap emosi orang tua. Menurut WebMD, jika Anda terlihat tegang atau takut, anak bisa menangkap sinyal itu dan merasa ketakutannya memang berbahaya.
Jadi, cobalah tetap tenang saat berada di dekat anjing. Beri anak ruang untuk mencoba menghadapi situasi sesuai kemampuannya. Sikap tenang orang tua akan membantu anak belajar bahwa rasa takut terhadap anjing bisa dikelola.
5. Buat rencana sederhana bersama anak
Anak akan merasa lebih aman jika tahu apa yang harus dilakukan saat melihat anjing. Jadi, Anda bisa membuat rencana sederhana dengan anak.
Contohnya, mempersiapkan cara mendekati anjing atau apa yang harus dilakukan jika anjing datang mendekat. Anda juga bisa melatih anak mengenali situasi yang mungkin mempertemukannya dengan anjing.
Dengan rencana yang jelas, rasa takut terhadap anjing biasanya menjadi lebih mudah dikendalikan karena anak merasa punya pegangan.
6. Cari bantuan profesional jika perlu
Jika rasa takut terhadap anjing sudah sangat mengganggu aktivitas harian anak, jangan ragu mencari bantuan. Konsultasikan dengan dokter anak atau psikolog untuk mendapatkan saran yang sesuai.
Dalam beberapa kasus, terapi dapat membantu anak memahami ketakutannya dan belajar menghadapinya secara bertahap. Dukungan profesional sangat berguna ketika rasa takut anjing sudah terlalu kuat untuk ditangani sendiri di rumah.
Membantu anak mengatasi rasa takut terhadap anjing memang butuh waktu dan kesabaran. Yang terpenting, Anda sebagai orang tua tidak memaksa, tetapi mendampingi dengan empati.
(rti)