Tidur sangatlah penting bagi anak-anak dan remaja. Ini karena dampaknya terhadap perkembangan mental maupun fisik, Bunda. Tidur merupakan waktu untuk pemulihan serta saat bagi tubuh anak untuk mengisi kembali energi dan menyimpan informasi yang telah mereka pelajari sepanjang hari.
Selama fase tidur nyenyak non-REM (deep sleep), energi tubuh dipulihkan, proses pertumbuhan dan perbaikan sel terjadi, serta hormon-hormon penting untuk perkembangan otak dilepaskan.
Dilansir Texas Children's Hospital, jika anak kurang tidur, maka dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan berdampak negatif pada suasana hati dan perilaku, serta menghambat prestasi anak di sekolah. Tidur yang berkualitas merupakan komponen vital dan penting dalam gaya hidup sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait hal ini, kualitas tidur dan pola makan ternyata saling berkaitan erat, Bunda. Pola makan anak, terutama pada waktu menjelang malam, dapat sangat memengaruhi kemampuan tubuh untuk terlelap.
Pola makan yang buruk bikin anak susah tidur
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak tidur lebih nyenyak ketika kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi. Makanan tidak sehat seperti makanan olahan sering kali kekurangan vitamin dan mineral penting, yang berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi serta menyulitkan tubuh memproduksi melatonin yakni hormon alami tubuh yang mengatur tidur.
Mengonsumsi beragam jenis makanan memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang mendukung kualitas tidur yang baik. Di samping itu, jika anak-anak tidur dengan nyenyak, orang dewasa di sekitarnya pun cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik.
Kemudian, dikutip dari Natural Super Kids, beberapa faktor yang paling umum yang pengaruhi kualitas tidur adalah konsumsi gula atau karbohidrat olahan serta bahan tambahan makanan.
Anak-anak yang mengalami masalah tidur sering kali mengonsumsi terlalu banyak gula dan/atau karbohidrat olahan, terutama menjelang akhir hari. Gula bisa masuk ke dalam asupan tanpa disadari, misalnya melalui saus pasta kemasan saat makan malam, jus buah, atau bahkan buah-buahan yang tinggi kandungan gulanya.
Bagi anak-anak yang lebih sensitif, porsi besar nasi, pasta, atau kentang saat makan malam pun dapat mengganggu siklus tidur mereka. Ditambah, gula dan karbohidrat olahan dapat mengganggu keseimbangan kadar gula darah. Jika kadar gula darah anak tinggi, mereka akan kesulitan untuk mulai tidur. Namun, ketika kadar gula darah tersebut turun di kemudian hari pada malam itu, hal tersebut juga dapat menyebabkan mereka terbangun.
Untuk itu, coba untuk mengurangi jenis-jenis makanan ini menjelang malam. Fokuskan menu makan malam pada protein serta banyak sayuran atau salad. Perubahan sederhana pun bisa membantu, misalnya, ganti pasta atau nasi putih dengan pilihan biji-bijian utuh (whole grain).
Memenuhi kebutuhan cairan juga penting, terutama air putih, karena hidrasi memengaruhi suhu tubuh dan, pada gilirannya, kualitas tidur.
Kualitas tidur pengaruhi konsentrasi anak di sekolah
Kualitas tidur anak juga dapat memengaruhi perasaan dan pola makan mereka pada keesokan harinya. Kualitas tidur yang buruk memengaruhi konsentrasi, daya ingat, dan perilaku pada hari berikutnya.
Jika anak-anak tidur satu jam lebih lambat dari biasanya, keesokan harinya mereka bisa menjadi lebih mudah marah, sulit memusatkan perhatian, dan lebih sulit menyerap pelajaran.
Mengutip dari BBC, dalam survei yang dilakukan oleh British Nutrition Foundation, sepertiga (32 persen) anak sekolah dasar (usia tujuh tahun ke atas) melaporkan tidur kurang dari sembilan jam pada malam sebelumnya; durasi ini berada di bawah anjuran waktu tidur untuk usia mereka.
Menurut sebuah studi tahun 2022 yang melibatkan anak-anak dan remaja di Inggris, hampir enam dari sepuluh (57 persen) remaja putri berusia 15 tahun melaporkan kurang tidur, sehingga mereka tidak merasa cukup segar untuk berkonsentrasi pada tugas sekolah.
(rap/rap)