Jakarta -

Anak yang baru sembuh dari sakit tetapi kembali jatuh sakit dalam waktu berdekatan kerap membuat orang tua khawatir. Kondisi ini sering dikaitkan dengan daya tahan tubuh yang lemah atau kekurangan nutrisi. Padahal, kesehatan anak dipengaruhi berbagai faktor.

Dokter spesialis anak, dr. Winda Intan Permatahati, saat sesi talkshow Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' di Pakuwon Mall Yogyakarta menjelaskan anak yang sering sakit belum tentu memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Orang tua perlu memperhatikan sejumlah faktor, mulai dari asupan nutrisi hingga pola istirahat dan aktivitas fisik.

"Jadi, belum tentu kalau imunnya itu tuh lemah ya, dengan cara-cara seperti istirahat dan sebagainya, aktivitas itu juga penting," ungkap Winda, Minggu (11/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pemenuhan nutrisi yang cukup perlu diimbangi dengan pola tidur yang baik dan proses pemulihan optimal setelah sakit. Ketiga hal tersebut penting agar kondisi tubuh anak kembali prima.

"Yang pertama, memberikan nutrisi yang cukup adekuat, bagaimana konsistensi dari pola tidur anak, dan juga bagaimana anak mengalami aktivitas tubuh yang cukup baik, dan bagaimana proses pemulihan itu dilakukan secara sempurna," jelasnya.

Morinaga Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Selain istirahat, Winda menekankan pentingnya aktivitas fisik yang terstruktur untuk mendukung kebugaran dan tumbuh kembang anak. Aktivitas tersebut tidak hanya membuat anak bergerak, tetapi juga membantu melatih kemampuan motorik dan koordinasi.

"Aktivitas yang terstruktur membuat dia satu lebih happy, kemudian yang keduanya juga lebih bugar. Kalau dia banyak bergerak dibantu dengan nutrisi yang cukup adekuat, itu akan mendapatkan kecerdasan otak yang lebih optimal," katanya.

Dari sisi nutrisi, Winda mengungkapkan, protein dan zat besi menjadi beberapa zat gizi yang perlu diperhatikan orang tua. Selain itu, vitamin dan mineral juga dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tubuh anak. Kemudian, asupan DHA, AA, dan kolin juga perlu diperhatikan untuk mendukung perkembangan kognitif anak.

"Satu adalah protein, ya. Protein yang tinggi itu sangat bagus untuk menjaga daya tahan tubuh. Kemudian, zat besi itu juga penting. Harapan saya adalah para moms di sini bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut dan juga berikan asupan terhadap DHA, kemudian AA ya, itu penting, kolin juga penting untuk kesehatan kognitif kita," terangnya.

Selain nutrisi dan aktivitas fisik, kebersihan serta imunisasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak. Orang tua perlu membiasakan anak mencuci tangan dengan benar dan memastikan imunisasi diberikan sesuai jadwal.

"Perilaku mencuci tangan yang bersih, penggunaan masker bila diperlukan ya, dan juga nanti bagaimana bisa melakukan imunisasi sesuai dengan jadwalnya," jelas Winda.

Di sisi lain, kata Winda, orang tua perlu membedakan anak yang aktif dan sehat dengan anak yang mengalami gangguan kesehatan. Demam, kesulitan bernapas, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan merupakan gejala yang perlu diwaspadai.

"Kita lihat apakah ada gangguan sistemik di dalamnya, seperti adanya demam, kemudian anak menjadi sulit bernapas, kemudian anak menjadi lemah, disertai juga dengan penurunan nafsu makan," pungkasnya.

(akn/ega)