Beberapa pengguna bahkan melaporkan dashboard mereka berubah menjadi akun dengan identitas berbeda, seperti profil atas nama Reny Yunda Agustin. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi sekaligus menghambat proses pendaftaran dan pemilihan lowongan magang.

Lantas, apa penyebab akun MagangHub bisa tertukar, dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengapa Akun MagangHub Menampilkan Profil Orang Lain?

Secara teknis, terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan akun MagangHub menampilkan data pengguna lain. Salah satunya adalah gangguan pada sistem autentikasi atau sesi login (session login).

Saat pengguna masuk ke akun, sistem akan membuat sesi (session) untuk mengenali identitas pengguna.

Namun, apabila terjadi gangguan pada server atau kesalahan pembacaan session, sistem berpotensi menampilkan data dari pengguna lain yang sedang aktif atau tersimpan dalam cache.

Akibatnya, dashboard yang muncul bukan milik pemilik akun yang sebenarnya.

Baca Juga: Status MagangHub Kemnaker Masih Belum Memenuhi Syarat? Ini Penyebab, Cara Mengatasinya, dan Batas Waktu Eligible

Lonjakan Pengguna Diduga Menjadi Pemicu

Masalah ini juga diduga dipengaruhi oleh tingginya jumlah pengguna yang mengakses portal MagangHub secara bersamaan.

Pada hari-hari awal pendaftaran, terutama 16 Juli 2026, ribuan peserta mengakses sistem dalam waktu yang hampir bersamaan.

Lonjakan trafik tersebut dapat meningkatkan beban server sehingga menyebabkan proses sinkronisasi data menjadi lebih lambat.

Dalam kondisi tersebut, sistem autentikasi SIAPkerja berpotensi mengalami latensi yang memengaruhi tampilan data akun pada dashboard pengguna.

Integrasi SIAPkerja dan MagangHub

Platform MagangHub merupakan bagian dari ekosistem digital Kemnaker yang terintegrasi dengan berbagai layanan lain, seperti:

  • SIAPkerja

  • Skillhub

  • Karirhub

Karena seluruh layanan tersebut menggunakan satu akun terpadu, proses sinkronisasi data harus berjalan secara akurat.

Apabila terjadi gangguan pada proses sinkronisasi data NIK, email, atau autentikasi akun, sistem dapat menampilkan identitas pengguna yang tidak sesuai.

Beberapa peserta bahkan mengaku sempat masuk ke akun milik orang lain lebih dari satu kali, yang mengindikasikan adanya ketidakstabilan sistem pada saat trafik tinggi.