REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Nippon Paint Group menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi bisnis cat dekoratif AkzoNobel di sejumlah negara Asia Tenggara, Australia, dan Papua Nugini dengan nilai transaksi mencapai US$1,35 miliar.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada 3 Oktober 2026. Akuisisi mencakup anak perusahaan AkzoNobel di bidang cat dekoratif di Vietnam, Malaysia, dan Singapura, serta bisnis cat dekoratif di Thailand, Australia, dan Papua Nugini.
Di Indonesia, Nippon Paint akan mengakuisisi 100% kepemilikan bisnis cat dekoratif AkzoNobel yang saat ini berbentuk usaha patungan dengan mitra lokal.
Penyelesaian transaksi di Indonesia diperkirakan berlangsung menjelang akhir 2026, sedangkan penyelesaian transaksi di negara-negara lainnya ditargetkan pada pertengahan 2027. Pelaksanaan transaksi masih menunggu persetujuan regulator dan penyelesaian proses pemisahan bisnis (carve-out) dari AkzoNobel.
Akuisisi tersebut akan menambah merek Dulux ke dalam portofolio Nippon Paint Group di Asia Tenggara. Selain portofolio produk, transaksi ini juga mencakup kapabilitas manufaktur dan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), termasuk tiga fasilitas produksi dan satu pusat R&D di Malaysia.
Nippon Paint menyatakan penambahan aset dan kapabilitas tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, termasuk dalam bidang manufaktur, rantai pasok, dan logistik.
“Akuisisi ini mencerminkan keyakinan kami terhadap masa depan bisnis, pasar, dan yang terpenting, sumber daya manusia kami,” kata Wee Siew Kim, Director, Representative Executive Officer & Co-President Nippon Paint Holdings Co., Ltd. sekaligus Group Chief Executive Officer NIPSEA Group.
Menurut Wee, Asia Tenggara merupakan kawasan dengan pertumbuhan yang tangguh. Ia menyambut bergabungnya bisnis-bisnis AkzoNobel tersebut ke dalam Grup.
Setelah transaksi rampung, Nippon Paint dan AkzoNobel akan bekerja sama dalam proses transisi untuk memastikan keberlangsungan operasional bisnis.
Carve-out merupakan proses pemisahan bisnis yang menjadi objek transaksi dari AkzoNobel sebagai bagian dari persiapan penjualan atau pengalihan bisnis.