Jakarta -
Akasta menghadirkan konsep show dining dengan sajian Nusantara modern. Chef Patrick Ramon memadukan cita rasa autentik Indonesia dengan teknik kuliner Barat.
Kuliner Nusantara terus berkembang dengan berbagai inovasi penyajian. Kini, hadir pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa Indonesia dengan konsep hiburan yang berbeda.
Akasta menghadirkan pengalaman kuliner yang memadukan sajian Nusantara dengan konsep dining show yang unik. Di sini pengunjung dimanjakan tak hanya melalui makanan enak, tetapi juga hiburan yang meriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah chef Patrick David Ramon selaku chef yang memimpin dapur Akasta. Ia menyebut restoran ini fokus menyajikan makanan Indonesia. Namun, hidangan Nusantara tersebut tidak sekadar disajikan dengan cara tradisional.
| Detail Informasi (Nama Tempat Makan) | |
| Nama Tempat Makan | Akasta Jakarta |
| Alamat | SCBD lot 21 No.Kav. 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan |
| No Telp | 0811-1624-898 |
| Jam Operasional | Setiap hari, 18.00 - 02.00 |
| Estimasi Harga | Rp150.000 - Rp1.300.000,- |
| Tipe Kuliner | Nusantara |
| Fasilitas |
|
Baru buka di Jakarta, Akasta menghadirkan pengalaman bersantap enak dengan hiburan berupa dining show. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Dining Show yang Meriah Setiap Malam
Akasta tak hanya menghadirkan restoran seperti tempat makan kebanyakan. Di sini tersedia bar, menu-menu yang enak, serta dining show yang meriah.
Adapun hiburan yang ditampilkan ialah pertunjukan musik, trilogi, hingga tarian-tarian yang indah. Panggung besar di tengah ruang makan menjadi tempat sajian pertunjukan hiburan untuk para pelanggan.
Hiburan tersebut akan berlangsung setiap hari mulai dari pukul 18.00 - 22.00. Untuk menikmati hiburan ini, tersedia fasilitas meja pada area umum maupun yang VIP untuk pengunjung Akasta Jakarta.
Di tangan chef Patrick, menu makanan di Akasta Jakarta terinspirasi dari makanan Nusantara tetapi dalam versi yang lebih modern. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Kreasi Menu Nusantara yang Naik Kelas
Chef Patrick mengolah makanan Indonesia menggunakan teknik memasak modern. Ia memadukan cita rasa Nusantara dengan teknik Prancis maupun teknik kuliner Barat.
"Basic-nya aku buat modern Indonesia dari makanan aku sendiri. Flavor-nya Indonesia tidak bisa menghilangkan rasa aslinya karena orang Indonesia akan compare (arti: membandingkan)," jelasnya.
Salah satu menu yang diperkenalkan, jantrik rempeyek. Menu ini memadukan konsep rempeyek dengan sentuhan kuliner khas Batak.
Selain teknik memasak, penggunaan bahan menjadi salah satu pembeda Akasta. Chef Patrick menyebut protein yang digunakan rata-rata merupakan bahan premium.
Menu-menunya bahkan diriset sendiri oleh chef Patrick langsung di daerah asalnya. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Riset Menu Langsung ke Daerah Asalnya
Chef Patrick juga menyebut beberapa hidangan langsung dipelajarinya sendiri ke wilayah asalnya. Tujuannya supaya ia lebih mengenal cita rasa aslinya untuk kemudian dikreasikan sebagai makanan Nusantara yang lebih modern.
Saat menyambangi Akasta Jakarta, tim detikFood mencicipi salah satu menu andalan chef Patrick. Bertajuk Trilogi Sate Nusantara, menu ini terinspirasi dari sate khas Blora yang menggunakan tiga jenis daging.
Dalam satu tusuknya terdapat potongan daging sapi, kambing, dan ayam. Racikan bumbu marinasinya diolah hingga menyerap ke bagian dalam daging.
Disajikan bersama bumbu kacang dan kecap, daging-dagingnya begitu empuk dan juicy. Selain itu ada juga Ayam Bakar Bumbu Rujak yang disajikan dengan teknik dari kuliner Prancis.
Chef Patrick menggunakan jenis ayam kampung yang diisi dengan ayam, udang, dan bahan lainnya yang dihaluskan. Perpaduan bumbu yang kompleks, manis, asam, sedikit pedas, dan gurih terasa pada bumbu rujak yang dioles berkali-kali sebelum ayamnya dipanggang.
Selain itum ada juga Chicken in Aromatic Consomme yang diambil dari konsep sajian Garang Asem. Berbeda dengan garang asam tradisional, kuahnya diolah dengan teknik clarified selama 12 jam menggunakan kain halus.
Hasilnya, kuahnya jernih tetapi tetap memiliki karakter khas garang asam. Sentuhan rasa asam segar meresap hingga ke bagian ayamnya. Agar menonjolkan citarasa khas garang asam, chef Patrick Ramon juga menambahkan acar belimbing wuluh.
Bahkan, salah satu dessertnya terinspirasi dari jamu kunyit asam. Foto: Diah Afrilian/detikcom
Dessert Unik Terinspirasi dari Jamu
Tidak hanya menu utamanya saja yang unik, dessert atau menu penutupnya juga tak kalah inovatif. Chef Patrick terinspirasi racikan jamu kunyit asam.
Ia memberi nama menunya, Kunyit Asam Gembira. Kunyit asam diolah menjadi Turmeric crémeux dengan tujuan memberikan karakter earthy yang lembut. Sementara kucuran saus asam jawa atau tamarind ditambahkan untuk menghadirkan keasaman yang segar dan kompleks.
Sebagai pelengkapnya, ada sorbet mangga yang memberi rasa manis. Rasa manis tropis yang cerah, diimbangi dengan coconut crumble yang renyah dan aroma segar khas daun jeruk purut.
Menu-menu ini akan tersaji setiap harinya dan bisa langsung dinikmati di Akasta Jakarta yang berlokasi di kawasan SCBD. Kisaran harga yang dipatok mulai dari Rp150.000 hingga Rp1.300.000 per orang, dengan rata-rata sekitar Rp800.000 per pax.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Indonesia Peringkat 6 Negara dengan Masakan Terbaik Dunia Versi Taste Atlas"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)