Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan sektor hilirisasi, manufaktur, hingga makanan dan minuman (mamin), telah menjadi penopang peningkatan serapan tenaga kerja.

Baca Juga

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang Februari-Mei 2026 mencapai sebanyak 522 ribu orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi, investasi kembali 30 persen ke hilirisasi. Kemudian, di Pulau Jawa lebih banyak masuk ke manufaktur. Sektor itulah yang menjadi salah satu penopang peningkatan penyerapan tenaga kerja,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Juga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah)

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Kedua sektor tersebut memiliki kemampuan yang cukup besar dalam menciptakan lapangan kerja, karena membutuhkan tenaga kerja pada berbagai tahapan produksi. Yakni mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi produk.

Baca Juga

Selain hilirisasi dan manufaktur, sektor makanan dan minuman juga turut memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan kerja. Sektor tersebut tercatat tumbuh sekitar 10 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan pariwisata.

“(Sektor) makanan minuman, itu turis lokal maupun wisatawan mancanegara juga mendorong (serapan tenaga kerja),” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud menjelaskan, kenaikan penyerapan tenaga kerja sepanjang Februari-Mei 2026, selaras dengan pertumbuhan angkatan kerja di periode tersebut yang mencapai 155,41 juta orang atau bertambah sebesar 497 ribu orang.

BPS mencatat, hingga Mei 2026 terdapat sebanyak 220,23 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 689 ribu orang jika dibandingkan dengan Februari tahun 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas bekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang.

“Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk pekerja setengah pengangguran sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang,” ujar Edy. (Ant).

Ilustrasi kemiskinan di Indonesia.

Batas Garis Kemiskinan RI Naik Jadi Rp 669.235/Kapita per Bulan

BPS mencatat garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar Rp669.235 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan September 2025 yaitu Rp641.443 per kapita per bulan

VIVA.co.id

6 Agustus 2026