"Melalui kegiatan ini, AICJ ingin memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang tetap berakar pada nilai-nilai Qur'ani, karakter, budaya, dan kemanusiaan,"

Mataram (ANTARA) - Al Azhar Insan Cendekia Jatibening (AICJ) mengemas kegiatan belajar-mengajar dalam bentuk "Profesor Goes to School" dengan tajuk "Pendidikan Dasar di Era AI: Menyiapkan Anak Beriman, Berbudaya, Cerdas, dan Adaptif" menyambut hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS Tahun Ajaran (TA) 2026-2027, Senin.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa, orang tua, guru, pengurus yayasan, serta mitra pendidikan ini menjadi momentum peluncuran arah baru pendidikan AICJ melalui implementasi "YDMS–Artificial Intelligence Meaningful and Religious Learning (AIM RL) Learning Model". 

Ketua Panitia Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027 menyampaikan bahwa pembukaan tahun ajaran kali ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan ruang dialog bersama mengenai masa depan pendidikan Indonesia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). 

"Melalui kegiatan ini, AICJ ingin memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang tetap berakar pada nilai-nilai Qur'ani, karakter, budaya, dan kemanusiaan," katanya. 

Rangkaian acara menghadirkan tiga narasumber utama Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, mengulas pentingnya menjaga humanisme, adab, dan budaya dalam pendidikan di era AI. 

Prof. Dr. Muchtadi Intan Detiena, S.Si., M.Si membahas perubahan lanskap pendidikan serta kompetensi yang harus dipersiapkan sejak pendidikan dasar agar peserta didik mampu menghadapi tantangan masa depan. 

Chairperson of the Board of Trustees Yayasan Darul Muqomah SridjatiIr. Mustafa Kamil Thahir, memperkenalkan implementasi AIM RL sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai Qur'ani, sains, teknologi, kreativitas, dan kecerdasan artifisial dalam proses belajar. 

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan kerja sama strategis dengan berbagai mitra pendidikan sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkualitas. 

Selain itu, seluruh pemangku kepentingan juga mendeklarasikan Deklarasi Jatibening 2026, sebuah komitmen bersama untuk mengembangkan pendidikan yang berpusat pada penguatan karakter, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. 

Dalam kesempatan tersebut, AICJ juga memperkenalkan "YDMS–AIMRL Learning Model", sebuah kerangka pembelajaran yang menggabungkan nilai Qur'ani, pendekatan ilmiah, dan kecerdasan artifisial dalam satu proses pembelajaran yang bermakna. 

Model ini menempatkan AI sebagai cognitive amplifier atau alat bantu berpikir yang memperluas eksplorasi pengetahuan, sementara guru tetap menjadi pembimbing utama dalam membangun karakter, makna, dan nilai kehidupan peserta didik. 

Melalui peluncuran AIM RL, AICJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi perubahan global tanpa kehilangan identitas, adab, dan nilai-nilai keislaman. 

Acara ditutup dengan simbolisasi penyerahan amanah pendidikan dari yayasan kepada guru, guru kepada orang tua, serta ikrar siswa sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya belajar yang berlandaskan ilmu, kasih sayang, dan tanggung jawab. Suasana penutupan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen, bukan semata-mata oleh sekolah. 

Melalui penyelenggaraan "Profesor Goes to School", Al Azhar Insan Cendekia Jatibening berharap dapat menjadi salah satu model sekolah yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dengan tetap menjadikan nilai-nilai Qur'ani sebagai fondasi utama. 

Pewarta : Ady Ardiansah
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026