Minggu, 27 September 2026 - 11:10 WIB
VIVA –Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan disebut bisa menyebabkan kematian miliaran orang di dunia. Hal ini disampaikan oleh pendiri Microsoft, Bill Gates baru-baru ini dalam wawancaranya dengan NBC News.
Baca Juga
Dalam wawancara itu, Bill Gates menyampaikan bahwa AI memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk menyebabkan 1 miliar kematian jika jatuh ke tangan yang salah. Melihat dampak buruk penggunaan AI, dirinya mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memperketat regulasi terhadap teknologi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"AI tentu cukup kuat untuk memicu serangkaian peristiwa yang dapat menyebabkan satu miliar kematian. Jadi, meskipun cukup sulit untuk sampai pada kondisi yang memusnahkan 100 persen umat manusia, belum pernah ada senjata sekuat kombinasi antara orang-orang yang berniat buruk dan penggunaan teknologi AI terbaru," kata Gates
Baca Juga
Kekhawatiran AI bisa memusnahkan umat manusia juga sebelumnya sudah diperingatkan oleh peneliti Jacob Coxon pada 8 September lalu kepada Wall Street Journal. Dalam wawancaranya, dia diketahui mengundurkan diri dari perusahaan AI Anthropic yang berbasis di San Francisco, California. Ia memilih mundur karena khawatir sistem yang sedang dikembangkan perusahaan tersebut dapat berkembang di luar kendali dan membahayakan umat manusia.
Dalam unggahannya di platform media sosial X, Coxon menulis bahwa orang-orang yang mengembangkan AI benar-benar meyakini teknologi tersebut berpotensi membunuh semua manusia pada akhir dekade ini.
Baca Juga
Beberapa jam kemudian, Evan Hubinger, yang memimpin bidang alignment science di Anthropic upaya untuk memastikan tindakan model AI tetap sesuai dengan nilai-nilai manusia ikut memperkuat pernyataan tersebut. Ia membagikan ulang unggahan Coxon dan menambahkan perkiraannya sendiri bahwa risiko kepunahan manusia berada di atas 10 persen dalam satu dekade mendatang. Unggahan Coxon bahkan telah dilihat lebih dari 100 juta kali dalam waktu 24 jam.
CEO Anthropic, Dario Amodei, kemudian menerbitkan sebuah esai yang menyerukan perlunya memperlambat, tetapi bukan menghentikan, pengembangan AI. Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan dari pimpinan perusahaan AI pesaing, yakni Sam Altman dari OpenAI di San Francisco dan Elon Musk dari xAI di Palo Alto, California.
Halaman Selanjutnya
Bagaimana AI bisa membunuh manusia?