Sesuai informasi yang kami peroleh dari Kementerian PU, pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi tiga daerah di Papua akan rampung atau selesai pada Maret 2026
Jayapura (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan Sekolah Rakyat merupakan gerbang masa depan generasi Indonesia di Papua.
“Sekolah Rakyat adalah gerbang menuju masa depan yang cerah bagi generasi penerus Indonesia yang ada di Papua,” kata AHY di Jayapura, Jumat, dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Papua di Jayapura.
Menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi sedang dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada tiga daerah di Papua.
“Pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi sementara dikerjakan oleh Kementerian PU di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor, dan saat ini sesuai informasi yang diterima baru mencapai empat persen,” ujar AHY.
Baca juga: AHY minta semua pihak kawal pembangunan Sekolah Rakyat di Papua
Dia menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi mulai SD-SMA di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor, ditargetkan akan selesai pada bulan Maret 2027.
“Sesuai informasi yang kami peroleh dari Kementerian PU, pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi tiga daerah di Papua akan rampung atau selesai pada Maret 2027,” kata AHY.
Dia menambahkan anggaran yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengerjakan Sekolah Rakyat terintegrasi di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor, kurang lebih senilai Rp1 triliun.
“Semoga pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi berjalan dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas, di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor,” ujar Menko AHY.
Baca juga: Mendagri koordinasikan pemda siapkan lokasi Sekolah Rakyat
Baca juga: Wagub Papua minta pembangunan sekolah rakyat sesuai target
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.