Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:40 WIB
VIVA – Seorang mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP), Adriano Jeconia Padama mendadak menjadi perhatian publik setelah keberaniannya menyampaikan aspirasi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Baca Juga
Ditengah pidato Mentan dalam pertemuan bersama mahasiswa baru UNDIP, Adriano Jeconia Padama dengan berani menyampaikan persoalan harga beras di kampung halamannya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Momen ini terjadi pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru UNDIP, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga
Di hadapan ribuan mahasiswa, Adriano menyampaikan kondisi sulit yang dihadapi masyarakat Alor akibat terbatasnya produksi dan jalur distribusi beras.
Penyampaiannya secara lugas dan rinci menjadi perhatian publik termasuk Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Baca Juga
Seketika, Mentan merespons aduan tersebut dan mengambil langkah konkret untuk memantau kondisi pangan di Alor.
Nama Adriano Jeconia Padama kini menjadi perhatian publik. Lantas, siapa sebenarnya mahasiswa baru UNDIP asal Alor ini? Berikut profil singkatnya.
Profil Adriano Jeconia Padama
Adriano Jeconia Padama atau akrab disapa Dede merupakan mahasiswa baru Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) yang terdaftar sebagai angkatan 2026.
Mahasiswa asal Kabupaten Alor, NTT ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP.
Melalui unggahan, Adriano memperkenalkan dirinya dan mengaku bangga dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan di kampung halamannya.
“Halo, saya Adriano Jeconia Padama, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro. Saya sangat senang dan bangga karena saya bisa berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat di tempat lahir saya. Dan saya bisa memberikan sesuatu bagi negara dan juga bagi saudara-saudara saya di Kabupaten Alor,” ungkap Adriano pada unggahan di media sosial resmi Universitas Diponegoro.
Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), Adriano Jeconia Padama bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
Photo :
- Kolase VIVA/ Instagram @a.amran_sulaiman @undip.offiial
Aksinya menyampaikan aspirasi mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat Kabupaten Alor ini membuat namanya dikenal luas.
Adriano menjelaskan bahwa kebutuhan beras di Alor berbanding terbalik dengan kemampuan produksi beras lokal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Permintaan yang tinggi sementara kemampuan produksi yang tidak sebanding membuat harga beras di Kabupaten Alor menjadi mahal.
Tak hanya itu, kondisi geografis kepulauan turut menjadi tantangan bagi distribusi beras ke wilayah tersebut yang hanya dapat mengandalkan jalur laut.
Halaman Selanjutnya
Sementara jalur laut sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga dapat mempengaruhi distribusi bahan pangan.