Liputan6.com, Jakarta - Asian Development Bank (ADB) menyetujui subprogram pertama Program Pendalaman Pasar Keuangan (Financial Market Deepening Program) untuk mendukung upaya Indonesia memperkuat pasar modal, memodernisasi ekosistem keuangan digital, serta mengembangkan pembiayaan berkelanjutan.
Program ini didukung pembiayaan sebesar US$ 650 juta dari ADB. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat sistem keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan pasar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Program tersebut mencakup tiga fokus utama, yakni meningkatkan efisiensi pasar, mendorong layanan keuangan digital yang aman dan inovatif, serta memobilisasi modal swasta untuk proyek ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui program ini, reformasi pasar keuangan diarahkan untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan partisipasi investor. Dukungan diberikan antara lain melalui pengembangan pinjaman sekuritas, penyedia likuiditas, serta pasar obligasi.
“Ketika pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan dengan lebih mudah, mereka dapat berinvestasi, berkembang, dan menciptakan lapangan kerja,” kata Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Perkuat Keuangan Digital hingga Pembiayaan Hijau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359075/original/010486800_1790480812-FEKDI_x_IFSE_2026-27_September_2026c.jpg)
Perbesar
Selain pasar modal, program ADB juga mencakup penguatan ekosistem keuangan digital Indonesia.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan kerangka regulasi aset digital yang lebih kuat, peningkatan standar keamanan siber, serta penguatan perlindungan konsumen.
Program ini juga diarahkan untuk memperluas pembiayaan berkelanjutan dan mendukung proses transisi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Caranya antara lain dengan memperkuat regulasi dan infrastruktur pasar, memperluas taksonomi keuangan berkelanjutan, mendorong penyaluran kredit hijau, serta mengurangi hambatan dalam penerbitan instrumen pembiayaan berkelanjutan.
“Saat masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menabung dan membangun masa depan. Program ini akan semakin memperkuat sistem keuangan Indonesia agar terus memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Bobur.
Indonesia juga terus berupaya memperdalam pasar modal untuk menarik investasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan perbankan.
Pasar Saham Indonesia Masih Punya Ruang Pengembangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
Perbesar
Pada 2025, nilai pasar saham Indonesia tercatat setara 66,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk mengembangkan pasar modal dan memperluas partisipasi investor.
Subprogram pertama ADB ini melanjutkan dukungan jangka panjang lembaga tersebut terhadap sektor keuangan Indonesia. Sebelumnya, ADB juga menjalankan Program Pengembangan dan Inklusi Pasar Keuangan serta Program Promosi Inklusi Keuangan Inovatif.
Program pendalaman pasar keuangan tersebut juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Visi Indonesia Emas 2045.
ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di kawasan Asia dan Pasifik.
Didirikan pada 1966, ADB memiliki 69 negara anggota, dengan 50 negara berasal dari kawasan Asia dan Pasifik. Lembaga tersebut bekerja sama dengan negara anggota dan mitra untuk mendukung pembangunan melalui pembiayaan, kemitraan strategis, serta pengembangan infrastruktur.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6