Jakarta, GizmologiAcemagic telah meluncurkan F2A mini PC dengan prosesor Intel Panther Lake, menawarkan pemrosesan AI lokal dan konektivitas modern yang canggih.Perangkat ini dibanderol harga US$1.099 selama periode pre-order, lebih rendah dari harga reguler US$1.699, dengan pengiriman dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus 2026.

Bagi yang mencari mini PC berukuran sangat ringkas dengan kapabilitas AI tinggi dan dukungan layar ekstrem, F2A Acemagic adalah salah satu opsi yang paling menarik di pasar saat ini.

Dalam chassis berukuran hanya 128 x 128 x 37 mm, Acemagic F2A sudah berhasif mengemas komponen yang secara normal membutuhkan ruang jauh lebih besar. Kombinasi desain ringkas dengan performa yang relevan membuat F2A menjadi kandidat menarik bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan kapabilitas kerja serius. Desktop enthusiast, content creator yang mobile, hingga profesional yang butuh server lokal akan menemukan nilai dalam paket seringkas ini.

F2A dilengkapi dengan 32GB memori LPDDR5X yang disolder dan SSD NVMe 1TB, mendukung hingga 4TB penyimpanan melalui dua slot M.2 2280, dengan satu mendukung PCIe 4.0 dan yang lainnya PCIe 5.0. Artinya, pengguna yang ingin menyesuaikan storage tidak sepenuhnya terbatas oleh konfigurasi awal.

Konektivitas F2A cukup lengkap untuk ukurannya. Di panel depan, ada port USB4 40Gbps Type-C yang katanya mendukung eGPU untuk mereka yang butuh grafis lebih kuat dari yang terintegrasi, ditambah dua port USB 3.2 Gen 2 Type-A dan jack audio 3,5mm. Di panel belakang ada HDMI 2.1 TMDS, DisplayPort, dua jack Ethernet 2,5Gbps, dua port USB 3.2 Gen 1 Type-A, dan USB-C 20Gbps lainnya dengan power delivery 100W dan DP 1.4. Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 melengkapi konektivitas nirkabel.

Baca juga: Asus Meluncurkan Mini PC VM31, Masuk ke Segmen Budget yang Penuh Persaingan!

Spesifikasi Acemagic F2A yang Siap Jadi Workstation

Acemagic

Acemagic F2A Mini PC menggunakan prosesor Intel Core Ultra X7 358H dengan 16 core yang dibangun pada proses Intel 18A menggunakan desain core hibrida.NPU bawaan mampu menangani 50 TOPS untuk workload AI, sementara kombinasi CPU, NPU, dan grafis terintegrasi secara keseluruhan mampu memberikan hingga 180 TOPS performa AI teoritis.

Berpindah di sektor grafis, F2A mengandalkan Arc B390 GPU terintegrasi berbasis arsitektur Xe3, dengan 12 Xe-cores yang mendukung standar modern seperti encoding/decoding AV1, ray tracing, dan XeSS upscaling. GPU terintegrasi ini cukup untuk office work, media consumption, dan bahkan gaming ringan hingga level menengah, meskipun mereka yang serius ingin gaming high-end masih dimanjakan dengan opsi eGPU via USB4.

F2A dapat mendorong hingga empat display secara simultan, termasuk monitor 8K melalui DisplayPort 2.1. Ini adalah spesifikasi yang cukup mewah untuk mini PC, dan menunjukkan bahwa Acemagic tidak sekadar memasukkan komponen modern tapi juga benar-benar memanfaatkannya sepenuhnya. Perangkat dilengkapi Windows 11 Pro dari pabrik, meskipun Acemagic mengatakan juga mendukung Linux dan Ubuntu bagi mereka yang ingin menggunakan sistem operasi terbuka.

Dengan harga pre-order US$1.099 atau sekitar Rp17,5 juta, F2A Acemagic berada di segmen premium mini PC tapi tetap terjangkau dibandingkan dengan sistem workstation penuh atau gaming rig kompak. Mengingat kombinasi ukuran, performa, dan kapabilitas AI yang mewah, harga tersebut terasa cukup masuk akal untuk early adopter yang menginginkan mini PC paling advanced yang tersedia hari ini.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.