Jakarta, CNN Indonesia --

Sama-sama sudah memasuki dunia kerja, sebenarnya apa perbedaan generasi Z dan milenial di dunia kerja? Ternyata banyak juga, lho!

Sedang di usia produktif, Generasi Milenial dan Gen Z kini sama-sama menjadi bagian penting dalam dunia kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sama-sama terbiasa dengan teknologi dan menginginkan lingkungan kerja yang nyaman, keduanya punya beberapa perbedaan dalam melihat pekerjaan, komunikasi, hingga perkembangan karier.

Secara umum, Milenial merupakan generasi yang lahir sekitar 1981-1996, sedangkan Gen Z lahir sekitar 1997-2012. Lantas, apa saja perbedaan keduanya di dunia kerja? Ini dia daftarnya, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Milenial lebih idealis, Gen Z lebih pragmatis

Salah satu perbedaan Generasi Z dan Milenial di dunia kerja adalah idealisme mereka yang berbeda.

Milenial cenderung mencari pekerjaan yang memiliki makna dan sesuai dengan nilai pribadi mereka. Bagi sebagian Milenial, pekerjaan bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga tentang memberikan kontribusi dan melakukan sesuatu yang berarti.

Gen Z cenderung lebih pragmatis. Mereka lebih memperhatikan gaji, keamanan pekerjaan, dan peluang untuk mengembangkan karier. Kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil membuat Gen Z lebih mempertimbangkan aspek finansial ketika memilih pekerjaan.

Pilihan Redaksi

  • Gaya Komunikasi Generasi Milenial Terlalu Kaku dan Formal, Benarkah?
  • Cara Gen Z Jaga Pertemanan: Kirim Hingga 500 Meme Tiap Tahun
  • Banjir Informasi Bikin Generasi Sekarang Lebih Overwhelmed?

2. Milenial mengutamakan fleksibilitas, Gen Z mencari keamanan kerja

Milenial dikenal lebih menyukai fleksibilitas dalam bekerja. Mereka dapat mempertimbangkan pekerjaan dengan sistem hybrid, remote, atau jam kerja yang lebih fleksibel.

Gen Z juga menyukai fleksibilitas, tetapi keamanan pekerjaan menjadi pertimbangan yang cukup penting. Mereka cenderung ingin bekerja di perusahaan yang menawarkan kepastian, jenjang karier, dan peluang kenaikan penghasilan.

3. Milenial lebih suka kolaborasi, Gen Z lebih nyaman bekerja mandiri

Milenial umumnya terbiasa dengan kerja tim dan kolaborasi. Mereka cenderung menikmati proses bertukar ide dan menyelesaikan pekerjaan bersama rekan kerja.

Gen Z lebih terbiasa mencari informasi sendiri melalui internet. Sebagian dari mereka merasa nyaman mengerjakan tugas secara mandiri. Meski demikian, bukan berarti Gen Z tidak bisa bekerja dalam tim.

4. Gen Z lebih terbiasa dengan teknologi

Situs European Employment Services mengungkap, Milenial disebut sebagai generasi yang mengalami langsung perkembangan teknologi digital. Mereka tumbuh ketika internet, media sosial, dan perangkat digital mulai berkembang.

Berbeda dengan Gen Z yang sejak kecil sudah hidup bersama teknologi. Gen Z biasanya lebih terbiasa mempelajari aplikasi dan perangkat baru.

5. Cara menerima kritik juga berbeda

Keduanya sama-sama membutuhkan komunikasi dan umpan balik dari atasan. Namun, cara menyampaikannya dapat berbeda.

Milenial cenderung lebih nyaman menerima kritik yang disertai penjelasan dan dorongan positif. Adapun Gen Z umumnya lebih menyukai feedback yang jelas, langsung, dan tidak berbelit-belit.

[Gambas:Video CNN]

6. Milenial cenderung berpindah pekerjaan, Gen Z mencari perkembangan karier

Milenial sering dikaitkan dengan kebiasaan berpindah pekerjaan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik. Mereka dapat mencari perusahaan lain ketika pekerjaan dianggap tidak lagi sesuai dengan kebutuhan atau tujuan mereka.

Gen Z juga tidak menutup kemungkinan berpindah perusahaan. Namun, mereka cenderung tertarik pada pekerjaan yang memberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai keterampilan dan menjalani beberapa peran berbeda.

7. Gen Z lebih vokal soal isu sosial dan keberagaman

Milenial dan Gen Z sama-sama memperhatikan nilai perusahaan. Namun, Gen Z cenderung lebih vokal mengenai isu sosial, lingkungan, keberagaman, dan kesetaraan.

Mereka ingin bekerja di perusahaan yang dianggap jujur, transparan, dan memiliki nilai yang jelas. Jadi, perusahaan perlu menunjukkan nilai-nilai tersebut bukan hanya slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam lingkungan kerja.

Itu dia sejumlah perbedaan Generasi Z dan Milenial di dunia kerja. Kalau gaya kerja kamu sendiri bagaimana, apakah sesuai dengan generasimu?

(sac/rti)