Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Minggu, 11 Oct 2026 21:00 WIB
Kalimat yang sering diucapkan orang dengan kecerdasan sosial rendah/ Foto: magnific.com/magnific
Beauties, kamu mungkin sudah sering mendengar tentang kecerdasan intelektual atau kecerdasan emosional, namun ada juga kecerdasan sosial yang tidak kalah penting.
Kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk memahami hingga mengelola interaksi sosial yang kompleks secara efektif. Selain itu, kecerdasan sosial juga sering dikaitkan dengan keterampilan bergaul.
Orang-orang dengan kecerdasan sosial tinggi mampu bertindak bijaksana dalam hubungan antar manusia serta menyesuaikan perilaku dengan konteks sosial yang berbeda-beda. Di sisi lain, tidak semua orang memiliki tingkat kecerdasan sosial yang sama.
Kurangnya kemampuan sosial bisa menimbulkan rasa canggung hingga tidak nyaman saat percakapan antara dua orang atau lebih dilontarkan. Hal ini karena tanpa sadar ada kalimat-kalimat yang bisa menimbulkan rasa tersinggung, kalimat yang terdengar kasar, dan lainnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, simak 7 kalimat yang sering diucapkan orang dengan kecerdasan sosial rendah berikut ini.
1. 'Aku cuma berkata jujur'

Kalimat 'aku cuma berkata jujur'/ Foto: Magnific.com/DC Studio
Beauties, kita tentu tidak seharusnya berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Namun, menggunakan ‘kejujuran’ sebagai alasan untuk bersikap kejam juga bukan perilaku sosial yang baik. Etiket yang baik menuntut kejujuran sekaligus kepekaan dalam bertutur kata. Oleh karena itu, kamu juga tetap perlu memerhatikan perasaan orang lain saat berkata jujur.
2. 'Seharusnya kamu melakukannya dengan cara ini'

Kalimat 'Seharusnya kamu melakukannya dengan cara ini'/ Foto: magnific.com
Perlu diingat, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Orang-orang yang kurang memiliki keterampilan sosial cenderung mengatakan, “Seharusnya kamu melakukannya dengan cara ini”, di mana ungkapan tersebut menggambarkan sikap yang menghakimi dan merasa paling benar.
3. 'Terserah'

Kalimat 'Terserah'/ Foto: pexels.com/Liza Summer
Sekilas, mengucapkan “Terserah” mungkin terlihat biasa saja, namun kata ini seketika menghentikan percakapan. Baik disengaja maupun tidak, kata ini sering kali menyiratkan rasa kesal atau sikap acuh tak acuh yang langsung ditangkap oleh lawan bicara.
Orang-orang yang kurang memiliki keterampilan sosial dalam percakapan santai, mengucapkan "Terserah" menandakan keinginan agar percakapan segera berakhir dan menunjukkan hilangnya minat untuk memahami sudut pandang lawan bicara, meskipun sebenarnya bukan itu maksud mereka.
Di sisi lain, orang yang memiliki kemampuan sosial yang baik cenderung menjaga agar diskusi tetap terbuka, sementara mereka yang kurang peka secara sosial mungkin tanpa sadar menggunakan bahasa yang terkesan meremehkan, sehingga membuat orang lain merasa diabaikan, Beauties.
4. 'Itu bukan masalahku'

Kalimat 'Itu bukan masalahku'/ Foto: magnific.com
Untuk sebagian orang, kalimat “Itu bukan masalahku” bisa terasa sangat mengganggu. Pasalnya, ungkapan ini mengalihkan beban tanggung jawab kepada orang lain dan mengisyaratkan keengganan untuk membantu yang dapat membuat seseorang terkesan dingin dan hanya mementingkan diri sendiri, Beauties.
5. 'Memangnya ada yang tanya?'

Kalimat 'Memangnya ada yang tanya?'/ Foto: magnific.com/DC Studio
Saat seseorang menyampaikan pendapat yang tulus mengenai suatu hal, atau sekadar melontarkan komentar santai, orang yang kurang memiliki keterampilan sosial akan dengan cepat menimpali dengan kalimat, "Memangnya ada yang tanya?".
Ungkapan ini cenderung membuat percakapan terhenti seketika. Kalimat tersebut menyiratkan penolakan dan dapat membuat lawan bicara merasa malu karena telah berinisiatif untuk berinteraksi.
Meskipun lawan bicara tidak secara eksplisit meminta pendapat, mereka tetap bisa mendengarkan dengan penuh minat. Seseorang yang terampil secara sosial akan mendorong interaksi, sedangkan seseorang yang kurang terampil justru membuat orang lain menyesal telah angkat bicara.
6. 'Kan, aku sudah bilang'

Kalimat 'kan, aku sudah bilang'/ Foto: Pexels/SHVETS Production
Kalimat “Kan, aku sudah bilang” bisa terkesan sombong dan merasa paling benar, Beauties. Hal itu juga menunjukkan seseorang sedang bersenang-senang di atas kesalahan orang lain, bukannya bersikap empati atau ingin membantu.
7. 'Aku cuma bercanda'

Kalimat 'Aku cuma bercanda'/ Foto: Pexels/Liza Summer
Beauties, kamu mungkin pernah berhadapan dengan orang yang bercanda berlebihan, kemudian membela diri mereka dengan berkata, “Aku cuma bercanda”. Kalimat ini merupakan sebuah mekanisme defensif setelah mengungkapkan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain.
Walaupun maksudnya mungkin benar hanya bercanda, mereka tetap memegang tanggung jawab atas apa yang mereka katakan.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- Nggak Langsung Ambil Charger, Ini 3 Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Santai Saat Baterai HP Hampir Habis
- 3 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Pura-pura Baik-baik Saja Saat Merasa Tertekan
- 3 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Membuat Catatan dengan Tulisan Tangan Menurut Psikologi
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.