Jakarta (ANTARA) - Penggunaan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) sudah menjadi bagian dari keseharian, terutama bagi orang yang bekerja di kantor, belajar di ruangan tertutup, atau menghabiskan waktu di dalam kendaraan. Meski membuat suhu ruangan lebih nyaman, paparan AC dalam waktu lama dapat memengaruhi kelembapan kulit.
Kondisi tersebut berkaitan dengan kemampuan AC mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Ketika udara menjadi lebih kering, kulit dapat kehilangan kelembapan sehingga terasa kencang, kasar, bersisik, bahkan gatal.
Cleveland Clinic dalam artikel kesehatan yang diperbarui pada 2026 menjelaskan bahwa penurunan kelembapan udara di ruangan berpendingin dapat membuat kulit dan selaput lendir kehilangan kelembapan. Gejala yang mungkin muncul meliputi kulit kering, bibir pecah-pecah, serta mata yang terasa kering atau teriritasi.
Meski demikian, AC tidak selalu menyebabkan masalah kulit pada setiap orang. Dampaknya dapat berbeda bergantung pada kondisi kulit, tingkat kelembapan ruangan, dan kebiasaan perawatan sehari-hari.
Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan kulit agar tetap lembap meski sering berada di ruangan ber-AC? Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan.
Baca juga: Opsi perawatan kulit bagi individu berusia 30-an tahun
Baca juga: 7 manfaat baby oil untuk wajah serta cara menggunakannya dengan aman
7 cara menjaga kesehatan kulit saat sering terpapar AC
1. Gunakan pelembap secara teratur
Salah satu cara utama untuk menjaga kesehatan kulit saat sering berada di ruangan ber-AC adalah menggunakan pelembap atau moisturizer. Produk ini membantu mempertahankan kelembapan kulit sekaligus memperkuat lapisan pelindung alami kulit agar tidak mudah kehilangan air.
Pilih pelembap sesuai jenis kulit. Untuk kulit kering, krim atau salep pelembap umumnya lebih efektif mempertahankan kelembapan dibandingkan losion yang lebih encer. Sementara itu, pemilik kulit berminyak dapat memilih pelembap bertekstur ringan yang tidak terasa terlalu berat.
American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan pelembap tanpa pewangi untuk membantu mengatasi kulit kering. Pelembap sebaiknya digunakan setelah mandi ketika kulit masih sedikit lembap dan diulangi ketika kulit mulai terasa kering.
2. Hindari mencuci wajah terlalu sering
Berada di ruangan ber-AC terkadang membuat kulit terasa kencang sehingga seseorang terdorong untuk mencuci wajah berulang kali. Padahal, terlalu sering mencuci wajah, terutama menggunakan sabun yang keras, dapat menghilangkan minyak alami yang membantu menjaga kelembapan kulit.
Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit. Hindari produk yang menimbulkan rasa perih, kulit terasa tertarik, atau membuat wajah semakin kering setelah digunakan.
Cukup bersihkan wajah sesuai kebutuhan, seperti pada pagi dan malam hari, serta setelah berkeringat berlebihan. Setelah mencuci wajah, aplikasikan pelembap untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Baca juga: Seberapa sering harus mencuci muka? Ini waktu yang tepat
3. Jangan menggunakan air terlalu panas saat mandi
Mandi menggunakan air panas memang terasa nyaman setelah beraktivitas seharian. Namun, suhu air yang terlalu tinggi dapat menghilangkan minyak alami pada permukaan kulit sehingga kulit lebih mudah mengalami kekeringan.
American Academy of Dermatology menyarankan penggunaan air hangat, bukan air panas, serta membatasi waktu mandi sekitar 5 hingga 10 menit untuk membantu mencegah kulit semakin kering.
Setelah mandi, keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk lembut. Hindari menggosok kulit terlalu keras, kemudian segera gunakan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap.
Kebiasaan ini dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit, terutama bagi orang yang setiap hari bekerja di ruangan berpendingin.
4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Menjaga kecukupan cairan merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan secara keseluruhan. Ketika berada di ruangan ber-AC selama berjam-jam, sebagian orang mungkin tidak menyadari rasa haus karena tidak banyak berkeringat.
Karena itu, biasakan minum air secara teratur sepanjang hari. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan lingkungan.
Namun, perlu dipahami bahwa minum air lebih banyak dari kebutuhan tubuh tidak otomatis mengatasi kulit kering. Perawatan dari luar, terutama penggunaan pelembap, tetap penting untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit.
Bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu dan harus membatasi asupan cairan, jumlah minum sebaiknya mengikuti anjuran dokter.
Baca juga: 10 kebiasaan yang bisa bikin kulit wajah bermasalah
5. Atur kelembapan udara di dalam ruangan
Jika memungkinkan, perhatikan tingkat kelembapan ruangan tempat bekerja atau beristirahat. Udara yang terlalu kering dapat meningkatkan penguapan air dari permukaan kulit.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan humidifier atau alat pelembap udara. Perangkat ini membantu menambahkan uap air ke udara sehingga kelembapan ruangan dapat meningkat.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa penggunaan humidifier dapat membantu mengurangi masalah kulit kering ketika kelembapan udara rendah. Meski demikian, alat tersebut perlu dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk produsen untuk mencegah penumpukan jamur dan mikroorganisme.
Jika menggunakan alat pengukur kelembapan, tingkat kelembapan relatif sekitar 30 hingga 50 persen dapat dijadikan acuan umum untuk kenyamanan ruangan. Hindari kelembapan berlebihan karena dapat mendorong pertumbuhan jamur.
6. Tetap gunakan tabir surya
Berada di dalam ruangan ber-AC bukan berarti kulit sepenuhnya terbebas dari paparan sinar ultraviolet (UV). Risiko paparan tetap ada, terutama bagi orang yang duduk di dekat jendela dengan sinar matahari langsung atau sering berpindah dari dalam ke luar ruangan.
Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan perlindungan spektrum luas dan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30 pada area kulit yang terpapar sinar matahari.
Pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan aplikasikan kembali sesuai petunjuk pemakaian, terutama setelah berkeringat atau ketika berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Kebiasaan ini bukan hanya membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, tetapi juga menjadi bagian dari perawatan kulit sehari-hari.
Baca juga: 8 khasiat air mawar untuk kesehatan kulit dan kecantikan
7. Pilih produk perawatan yang tidak mengiritasi kulit
Kulit yang sering terasa kering akibat udara berkelembapan rendah dapat menjadi lebih sensitif terhadap bahan tertentu dalam produk perawatan.
Untuk mengurangi risiko iritasi, pilih produk pembersih dan pelembap tanpa pewangi. Hindari penggunaan produk eksfoliasi secara berlebihan, terutama jika kulit mulai terasa perih, mengelupas, atau kemerahan.
Perhatikan pula kandungan produk yang digunakan. Pelembap dengan bahan seperti ceramide dapat membantu mendukung lapisan pelindung kulit, sedangkan petrolatum dapat membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit.
Tidak semua produk cocok untuk setiap orang. Jika suatu produk menyebabkan rasa terbakar, gatal, atau kemerahan yang menetap, hentikan penggunaannya dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit.
Kapan kulit kering perlu diperiksakan?
Kulit yang terasa kering sesekali umumnya dapat ditangani dengan memperbaiki kebiasaan perawatan. Namun, kulit kering yang terus berulang atau tidak membaik meskipun sudah menggunakan pelembap perlu mendapat perhatian.
Waspadai gejala seperti gatal berkepanjangan, kemerahan, kulit pecah-pecah, peradangan, atau luka akibat garukan. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh paparan AC, tetapi dapat berkaitan dengan eksim, dermatitis, alergi, atau gangguan kulit lainnya.
Jika keluhan menetap, semakin parah, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dengan demikian, menjaga kesehatan kulit saat sering terpapar AC tidak harus dilakukan dengan perawatan yang rumit. Menggunakan pelembap secara teratur, memilih produk yang lembut, menjaga kecukupan cairan, dan memperhatikan kelembapan ruangan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman.
Baca juga: Kulit sedang berjerawat? Ini tipsnya agar tetap percaya diri
Baca juga: 4 manfaat spirulina untuk kesehatan jantung hingga kulit
Baca juga: Cara mandi yang tepat untuk jaga mikrobioma kulit tetap sehat
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.