Jakarta -

Pilihan warna pakaian ternyata bukan sekadar selera atau mengikuti tren, Bunda. Dalam psikologi, warna pakaian dapat menjadi salah satu cara untuk melihat kepribadian seseorang.

Pilihan warna pakaian bisa mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri seseorang. Tak hanya itu, kecenderungan seseorang memilih warna-warna tertentu dapat mencerminkan sikapnya saat berinteraksi dengan orang lain.

"Warna adalah salah satu sinyal tercepat dan paling naluriah yang diterima otak dari orang lain. Sebelum percakapan dimulai, sebelum rekam jejak terbentuk, warna sudah membentuk bagaimana seseorang dipersepsikan," kata ahli psikologi warna, Michelle Lewis, dilansir Parade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lewis mengatakan bahwa ketahanan emosional dapat disampaikan melalui warna pakaian. Misalnya, seorang perempuan dengan pakaian berwarna gelap dan pekat akan terlihat berbeda dibandingkan seseorang dengan warna-warna pucat dan kusam.

"Persepsi itu memengaruhi bagaimana orang berinteraksi dengannya, pertanyaan yang mereka ajukan, dan asumsi yang mereka buat tentang kemampuannya untuk menangani tekanan," ungkap Lewis.

"Konsep kognisi berpakaian menetapkan bahwa pakaian dapat memengaruhi keadaan psikologis pemakainya melalui makna simbolis dan pengalaman fisik saat memakainya. Warna yang kita kenakan di pagi hari bukan hanya sinyal bagi orang lain, tetapi juga sinyal bagi diri sendiri."

5 Warna pakaian mencerminkan mental kuat

Berikut 5 warna pakaian yang sering dipakai perempuan dengan mental kuat menurut psikologi:

1. Biru

Menurut Lewis, menggunakan warna biru dapat mendukung pengaturan emosi serta stabilitas mental yang berkelanjutan. Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2026 di International Journal of Recent Advances in Psychology & Psychotherapy, yang mencakup 72 studi yang ditinjau oleh rekan sejawat, warna biru secara konsisten bisa meningkatkan suasana hati, tingkat stres, dan ketenangan fisiologis di berbagai kelompok ras.

"Suasana 'biru' tidak melonjak dan anjlok, melainkan tetap stabil," ungkap Lewis.

"Bagi perempuan yang menghadapi lingkungan bertekanan tinggi, kestabilan itu adalah salah satu sumber daya psikologis paling berharga yang tersedia."

2. Merah

Warna merah bisa menimbulkan pro dan kontra, tetapi tidak dapat disangkal bahwa warna ini menyampaikan bentuk ketahanan 'fisik' secara langsung. Ia mencatat bahwa sebuah studi di jurnal Heliyon tahun 2022 tentang warna dan retensi memori menunjukkan bahwa merah adalah warna yang paling efektif yang diuji.

Selain itu, sebuah studi Frontiers in Psychology tahun 2018 menunjukkan adanya hubungan implisit warna merah dengan 'status tinggi' di berbagai budaya.

"Warna merah mengaktifkan sistem saraf, yang merupakan bentuk kekuatan tersendiri, terutama di saat kita membutuhkan seluruh kekuatan," ujar Lewis.

3. Kuning

Lewis menggambarkan warna kuning sebagai warna kromatik. Artinya, kuning adalah warna yang mengaktifkan secara neurologis, sehingga dapat menonjol dibandingkan warna lainnya.

"Cahaya kuning berada pada panjang gelombang 570-580 nanometer, tepat di mana reseptor kerucut hijau dan merah mata mencapai sensitivitas puncak secara bersamaan. Warna ini memiliki tingkat eksitasi kerucut tertinggi kedua yang dapat dilihat oleh sistem penglihatan manusia," kata Lewis.

"Mekanisme biologis yang sama terhubung dengan aposematisme, sistem sinyal peringatan bawaan yang dimiliki warna kuning bersama dengan merah di alam, yang artinya sistem saraf merespons warna kuning lebih cepat dan lebih kuat daripada warna kromatik lainnya."

4. Orange

Semakin banyak penelitian yang mendukung gagasan bahwa warna orange dapat mengaktifkan ketahanan melalui koneksi dan vitalitas neurologis. Sebuah studi dari Universitas Liege menemukan bahwa paparan cahaya orange dapat meningkatkan aktivitas di lobus frontal (wilayah otak yang mengatur kewaspadaan dan kognisi) lebih dari warna lain yang diuji.

Studi besar lainnya menemukan bahwa warna ini juga secara eksklusif membawa konotasi emosional positif, Bunda.

"Khusus untuk perempuan, kemampuan warna orange dapat membuat orang lain merasa aman, diterima, dan mau terlibat, sehingga menciptakan ketahanan sosial yang berlipat ganda dari waktu ke waktu. Jenis ketahanan ini dibangun dari hubungan, kepercayaan, dan ruangan yang penuh dengan orang-orang yang merasa nyaman di hadapan kita," ungkap Lewis.

5. Nila

Kepercayaan diri dapat datang dari dalam diri, dan warna nila memberikan nuansa tersebut. Lewis mengatakan bahwa nila adalah warna ketahanan yang paling berorientasi 'internal' dibandingkan warna-warna lainnya. Menurutnya, warna ini dapat membantu kita memproses pengalaman, memaknai tantangan, dan memanfaatkan sumber daya batin.

"Bagi perempuan yang membangun ketahanan yang berasal dari pengetahuan diri yang mendalam, bukan dari performa, warna nila adalah warna yang paling sesuai dengan proses tersebut," ujarnya.

"Warna ini mengarahkan pandangan ke dalam, dan di situlah kekuatan terkait ketahanan berada."

Demikian 5 warna pakaian yang sering dipakai perempuan dengan mental kuat menurut psikologi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)