Jakarta -

Ada daftar aplikasi populer yang tidak direkomendasikan ahli Android, salah satunya bahkan sudah ratusan juta kali diunduh. Pankil Shah Hardware Engineer di Cisco Systems mengatakan bahwa angka yang muncul pada jumlah unduhan suatu aplikasi tidak dapat dijadikan suatu patokan.

Melansir Android Authority, Jumat (17/7/2026), Shah menyebut telah melihat banyak aplikasi seperti VPN, antivirus, caller ID, bahkan password manager yang tidak layak untuk diunduh. Meski begitu, dia tak mengatakan bahwa semua aplikasi populer itu buruk, ya.

"Namun, ada banyak aplikasi yang saya sarankan untuk dihindari oleh kebanyakan orang, baik karena masalah privasi dan keamanan atau karena aplikasi tersebut mencoba menyelesaikan masalah yang sudah ditangani Android dengan sempurna," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut ini lima aplikasi yang tidak direkomendasikan ahli Android untuk kamu unduh.

1. Turbo VPN

Turbo VPN tidak memiliki rekam jejak yang bersih. Selama bertahun-tahun, telah ada beberapa laporan tentang praktik data yang dipertanyakan dan hubungannya dengan entitas yang berbasis di China.

"Sejujurnya, Turbo VPN hanyalah satu contoh. Saya rasa hal yang sama berlaku untuk sebagian besar VPN gratis yang menawarkan data tak terbatas. Itu karena menjalankan layanan VPN tidak murah, jadi jika Anda tidak membayarnya, perusahaan tersebut mendapatkan keuntungannya di tempat lain," terangnya.

Agak ironis, ketika tujuan utama menggunakan VPN adalah untuk meningkatkan privasi, tetapi ketika salah memilih aplikasi justru bisa membahayakan. Jika kamu benar-benar menginginkan VPN yang tidak dikenakan biaya, pilihlah penyedia yang telah ada selama beberapa tahun dan memiliki rekam jejak yang solid, misalnya Proton VPN.

2. LastPass

LastPass sebenarnya nama besar di kalangan ahli keamanan, akan tetapi Shah tidak lagi mempercayainya. Menurutnya karena beberapa masalah yang dialami LastPass beberapa tahun terakhir.

"Masalah terbesar dengan LastPass adalah rekam jejak keamanannya. Pelanggaran keamanan tahun 2022 sangat serius. Dalam insiden tersebut, penyerang berhasil mencuri data pelanggan dan bahkan mendapatkan akses ke arsitektur keamanan LastPass," kata Shah.

Memang, tidak ada pengelola kata sandi yang sepenuhnya kebal terhadap serangan semacam itu. Kendati demikian, yang membuat LastPass sulit direkomendasikan ialah karena pelanggaran keamanan tahun 2022 bukanlah kejadian yang terisolasi.

"Lebih penting lagi, ada banyak aplikasi pengelola kata sandi yang jauh lebih baik daripada LastPass. Saya pribadi menggunakan Bitwarden karena bersifat open-source dan terjangkau hanya dengan $20 per tahun," ujarnya.

3. Truecaller

Aplikasi Truecaller membantu mengidentifikasi penelepon yang tidak dikenal, memblokir spam, dan dapat menyelamatkan user dari menjawab panggilan telemarketing di waktu yang tak pas. Alasan mengapa aplikasi ini bekerja dengan sangat baik adalah karena telah membangun basis data besar menggunakan informasi yang disumbangkan oleh penggunanya.

Aplikasi ini memiliki lebih dari satu miliar unduhan di Play Store saja, dan juga tersedia di iOS.

"Masalah terbesar saya dengan Truecaller adalah banyaknya izin aplikasi yang dimintanya. Selain kontak, aplikasi ini meminta akses ke log panggilan, pesan, lokasi, file, foto, video, dan audio," aku Shah.

Tentu, beberapa di antaranya opsional, tetapi tidak nyaman ketika aplikasi seperti Truecaller meminta begitu banyak izin sejak awal. Yang terpenting, meskipun Truecaller mengisi celah yang nyata beberapa tahun yang lalu, Android sekarang sudah menangani panggilan dan pesan spam dengan jauh lebih efektif.

4. CCleaner

CCleaner adalah aplikasi pembersih penyimpanan populer yang mengklaim dapat menghapus file sampah dan data yang tidak perlu. Aplikasi ini juga dapat mendeteksi aplikasi yang mengonsumsi terlalu banyak sumber daya.

Cuma nih, ponsel Android modern tidak lagi membutuhkan aplikasi terpisah untuk melakukan sebagian besar hal ini. Di Android, kamu sudah dapat melihat aplikasi mana yang menguras baterai atau menggunakan data seluler secara berlebihan melalui menu pengaturan.

Ada juga aplikasi File bawaan dari Google, yang menyertakan tab pembersihan khusus untuk menghapus file sampah, foto duplikat, tangkapan layar lama, dan aplikasi yang tidak digunakan. Sepenuhnya gratis, lagi.

5. AVG Antivirus & Security

Aplikasi antivirus seperti AVG AntiVirus & Security mudah ditemukan di Play Store. Selain perlindungan terhadap malware, aplikasi ini sering menawarkan fitur tambahan, seperti alat privasi, penguncian aplikasi, pemeriksaan keamanan Wi-Fi, dan bahkan alat pengoptimalan kinerja. Meskipun demikian, fitur-fitur tersebut sebagian besar tidak diperlukan di Android.

Mirip-mirip dengan CCleaner, Android sudah dilengkapi dengan banyak fitur keamanan yang berguna termasuk untuk antivirus. Selain itu, sebagian besar fitur penting diaktifkan secara default.

Misalnya, Google Play Protect terus memindai setiap aplikasi di ponsel, termasuk yang kamu instal secara manual, untuk mendeteksi perilaku berbahaya. Apabila Google mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, ia dapat memperingatkan dan bahkan secara otomatis menghapus aplikasi tersebut.

Ada juga fitur seperti Android Safe Browsing yang memindai tautan berbahaya secara real-time untuk melindungi Anda dari virus dan penipuan phishing.

"Dalam beberapa hal, AVG dan sebagian besar aplikasi antivirus Android lainnya hanya menduplikasi fitur yang sudah ada -- dan, lebih buruk lagi, mengenakan biaya untuk fitur tersebut. Kenyataannya adalah, selama Anda tetap menggunakan Play Store untuk aplikasi dan tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti menonaktifkan fitur keamanan bawaan Android, Anda umumnya tidak perlu khawatir ponsel Anda terinfeksi," tutupnya.

(ask/ask)


TAGS

LIHAT LAINNYA