Program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua...

Kudus (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mulai mendistribusikan sebanyak 5,54 juta eksemplar buku bacaan bermutu ke 24.609 sekolah tingkat SD dan SMP di seluruh Indonesia, untuk meningkatkan dan menguatkan literasi pelajar di Indonesia.

Pelepasan truk yang mendistribusikan buku bacaan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melalui prosesi pemecahan kendi di halaman PT Pura Barutama Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Acara tersebut dihadiri Direktur PT Pura Barutama Bambang Handoko, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti ditemui usai pendistribusian buku bacaan di Kudus mengatakan bantuan buku bacaan bermutu tersebut akan menjangkau 18.444 sekolah dasar (SD) dan 6.165 SMP yang tersebar di 510 kabupaten/kota di 38 provinsi di Indonesia.

Baca juga: Wamendikdasmen: PJJ buka harapan baru bagi murid putus sekolah

"Dari total 5.538.300 eksemplar buku yang didistribusikan, sebanyak 3.688.800 eksemplar diperuntukkan bagi jenjang SD dan 1.849.500 eksemplar untuk jenjang SMP. Program ini didukung anggaran sebesar Rp40,66 miliar," ujarnya.

Program bantuan buku bacaan tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar anak-anak Indonesia semakin terbiasa membaca buku dan menulis sebagai bagian dari pembentukan karakter serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap bantuan buku tersebut mampu meningkatkan kemampuan dasar peserta didik, mulai dari membaca, menulis, hingga berhitung, sekaligus memperkuat kompetensi dasar lainnya.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua sebagai implementasi Asta Cita keempat serta ikhtiar bersama menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang cerdas dan berdaya saing," katanya.

Baca juga: Kurangi anak tak sekolah, Kemendikdasmen perkuat Pendidikan Jarak Jauh

Kemendikdasmen menargetkan seluruh buku telah diterima sekolah-sekolah penerima di berbagai daerah paling lambat akhir Agustus 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Selain buku cetak, kementerian juga terus menyediakan berbagai bahan bacaan bermutu dalam bentuk lain sebagai pelengkap pembelajaran.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan tiga kebijakan literasi yang saling terintegrasi. Ketiga kebijakan tersebut meliputi penumbuhan kebiasaan membaca, peningkatan kecakapan membaca, serta pemenuhan kecukupan bahan bacaan.

Sementara itu, Direktur Utama Pura Group Bambang Handoko menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemendikdasmen kepada perusahaannya sebagai salah satu perusahaan yang terlibat dalam percetakan bahan bacaan bermutu pendukung literasi dalam Gerakan Literasi Nasional.

"Semoga hal ini menjadi salah satu bentuk peran serta kami dalam mendukung program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Sebelumnya, PT Pura Barutama mengikuti proses lelang pengadaan terbuka melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan berhasil memperoleh paket pekerjaan percetakan sebanyak 5.538.300 eksemplar buku. Pada hari ini (31/7), buku-buku tersebut mulai didistribusikan ke berbagai daerah.

Bambang berharap proses pengiriman dapat berjalan lancar sehingga seluruh buku dapat diterima tepat waktu, tepat sasaran, dan dalam kondisi baik di lokasi tujuan.

Baca juga: Mendikdasmen ajak guru cintai murid-jadi pembelajar sepanjang hayat

Baca juga: Mendikdasmen: Sastra berperan bentuk karakter murid

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.