4 usulan KNMP 2026 di Batam telah jalani survei topografi

Selasa, 21 Juli 2026 11:43 WIB

Image Print

Tampak bangunan untuk docking kapal di Kampung Nelayan Merah Putih Tanjung Banun di Galang Batam, Kepri (7/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan empat dari enam lokasi usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 telah menjalani survei topografi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan pembahasan mengenai usulan KNMP 2026 menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Gubernur Kepulauan Riau dengan para kepala daerah se-Kepri dengan Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Tim dari Pemprov Kepri bersama kabupaten/kota bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Jumat (17/7) untuk membahas usulan KNMP tahun ini dan rencana pengadaan aset lainnya," katanya saat dihubungi di Batam, Selasa.

Ia menjelaskan Batam mengusulkan enam lokasi pembangunan KNMP pada 2026, yakni di Ngenang Kecamatan Nongsa, Kampung Bagan Kecamatan Sungai Beduk, Karas Kecamatan Galang, Temoyong Kecamatan Bulang, Bulang Kecamatan Bulang, serta Pulau Terung Kecamatan Belakang Padang.

Baca juga: Telkom dan mitra rampungkan pendaratan kabel laut NCC di Batam

Dari enam lokasi tersebut, empat telah menjalani survei topografi oleh tim KKP bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau. Ia mengatakan survei topografi penting untuk dilaksanakan sebagai tahapan awal penentuan lokasi pembangunan.

"Empat lokasi sudah di survei topografi, sementara dua lokasi lainnya masih menunggu jadwal dari KKP dan DKP Provinsi," ujarnya.

Yudi menyebut dua lokasi yang masih menunggu survei yakni KNMP Ngenang di Kecamatan Nongsa dan Kampung Bagan di Kecamatan Sungai Beduk.

Meski demikian, ketiga fasilitas tersebut masih menunggu proses penyerahan aset dari KKP kepada pemerintah daerah.

"Saat ini masih dalam proses draft penyerahan aset. Untuk jadwal penyerahannya kami masih menunggu dari KKP," katanya.

Namun Yudi mengatakan bahwa fasilitas KNMP telah mulai dimanfaatkan oleh koperasi nelayan, meski belum beroperasi secara penuh.

"Yang sudah berjalan baru sentra kuliner, pelantar, musala, dan kantor. Sedangkan pabrik es serta cold storage belum beroperasi karena asetnya masih dipinjam-pakaikan dari KKP," ujar Yudi.

Menurut dia, setelah proses penyerahan aset selesai, seluruh fasilitas di KNMP diharapkan dapat beroperasi optimal untuk meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Baca juga:
Prakiraan cuaca Kepri hari ini ada potensi hujan

Imigrasi Ranai buka layanan buat paspor di pulau terdepan

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.