Grab dan Kemenkes Perluas Akses Pemeriksaan Kesehatan
Program CKG di Bandung melibatkan Grab Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, serta BPJS Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Bagi Mitra Pengemudi yang menghabiskan banyak waktu di jalan, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi potensi gangguan kesehatan lebih dini. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi dasar untuk memperoleh konsultasi dan rekomendasi tindak lanjut dari tenaga kesehatan.
dr. Niken Wastu Palupi, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, mengatakan kondisi kesehatan pengemudi berkaitan dengan keselamatan dalam menjalankan aktivitas di jalan.
“Para Mitra Pengemudi memiliki tingkat mobilitas harian yang tinggi, sehingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala menjadi hal yang penting. Kementerian Kesehatan mengapresiasi langkah kolaborasi Grab Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses layanan kesehatan promotif dan preventif. Kondisi pengemudi yang prima merupakan modal penting untuk mendukung keselamatan diri, keluarga, serta masyarakat pengguna layanan,” ujar Niken.
Dhani Gumelar, S.T., M.T., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, juga menilai kebugaran pengemudi menjadi salah satu aspek penting dalam keselamatan transportasi.
“Kelaikan operasional transportasi jalan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga oleh kebugaran pengemudinya. Kami mengapresiasi langkah proaktif Grab Indonesia dalam memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi Mitra Pengemudi. Inisiatif preventif seperti ini dapat mendukung terciptanya sistem transportasi yang aman dan andal di Jawa Barat,” ujarnya.
Ada Penyerahan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan di Bandung juga diisi dengan penyerahan simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Mitra Pengemudi.
Suarni, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, mengatakan perlindungan sosial penting bagi pelaku usaha mandiri, termasuk Mitra Pengemudi yang menghadapi risiko ketika beraktivitas di jalan.
“Penyerahan manfaat hari ini merupakan salah satu bentuk nyata perlindungan sosial bagi tenaga kerja, termasuk Mitra Pengemudi pada platform digital. Melalui kolaborasi dengan Grab, kami terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar semakin banyak mitra mendapatkan perlindungan dari risiko kerja,” ujar Suarni.
Sementara itu, Arryo Harman, Head of Government and Community Partnership Grab Indonesia, menyebut kesehatan dan keselamatan Mitra Pengemudi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang berkelanjutan.
“Grab meyakini bahwa kesehatan dan keselamatan Mitra Pengemudi merupakan fondasi penting bagi ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Bandung menunjukkan bahwa kolaborasi antara platform digital, pemerintah, dan lembaga jaminan sosial dapat menghadirkan manfaat yang konkret bagi para mitra. Kami akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mendukung kualitas hidup dan keberlangsungan aktivitas para Mitra Pengemudi,” ujar Arryo.
Program CKG di Bandung merupakan bagian dari rangkaian inisiatif Grab yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Medan, dan Tangerang.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari Tiga Babak Komitmen Grab untuk Indonesia, yakni Menjaga Rasa Aman melalui BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Gratis, Memberi Makna melalui Bonus Hari Raya (BHR), serta Melangkah Bersama melalui Program Mitra Naik Kelas GrabAcademy.
Untuk meningkatkan partisipasi, Grab memanfaatkan berbagai saluran komunikasi seperti notifikasi dalam aplikasi GrabDriver, media sosial komunitas, dan forum komunikasi berkala. Ke depan, Grab Indonesia bersama mitra strategis berencana mengevaluasi serta memperluas jangkauan program kesehatan dan perlindungan sosial bagi Mitra Pengemudi di berbagai daerah.