204 startup dan 177 inovasi masuk dalam proses kurasi pada GIFTS 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 20:15 WIB

Image Print

Dokumen dan naskah kerja sama yang ditandatangani dalam rangkaian Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta 21 dan 22 Oktober 2026. ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 204 startup dan 177 inovasi masuk dalam proses kurasi selama kegiatan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta pada 21 dan 22 Oktober 2026.

Direktur Direktorat Pengembangan Usaha UGM Prof Wiratni di GIK UGM, Kamis, mengatakan, salah satu capaian GIFTS 2026 dari proses Business Matchmaking dan Investor Speed Dating adalah 204 startup mendaftar dalam rangkaian speed dating yang berasal dari Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung, dan Jakarta.

"Dari jumlah tersebut, 76 startup terkurasi untuk mengikuti proses matchmaking dengan investor dan mitra potensial," katanya pada penutupan forum yang mempertemukan inovator, perguruan tinggi, industri, investor, pemerintah, serta berbagai mitra strategis dalam satu ekosistem kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi riset dan inovasi tersebut.

Sementara itu, dalam ekosistem PRIME STeP, sebanyak 177 riset/inovasi masuk dalam proses kurasi yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.

Dari jumlah tersebut, 100 inovasi terkurasi untuk dibawa lebih lanjut dalam proses business matchmaking. Dari proses tersebut, 27 inovasi berhasil memperoleh mitra.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa GIFTS mulai mendorong perjalanan inovasi dari research menuju partnership, bukan berhenti pada tahap showcase atau pertukaran gagasan.

"Melalui GIFTS 2026, semoga lahir tindak lanjut yang konkret, kebutuhan industri yang menemukan jawabannya, hasil riset yang memperoleh mitra pengembangan, dan kolaborasi yang memiliki tujuan serta ukuran keberhasilan yang jelas," katanya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko mengatakan komitmen kolaborasi menjadi salah satu hasil penting dari penyelenggaraan GIFTS 2026, pada Opening Ceremony, telah dilakukan penandatanganan tujuh naskah kerja sama.

Selanjutnya, dalam berbagai rangkaian kegiatan GIFTS, lebih dari 50 dokumen kerja sama dan Letter of Intent (LoI) turut ditandatangani secara seremonial. Dokumen mencakup berbagai bentuk komitmen, antara lain MoU, PKS, NDA, dan Letter of Intent yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem inovasi.

"Bagi UGM, penandatanganan dokumen itu merupakan starting point untuk membangun kerja sama yang lebih konkret. Kesepakatan yang lahir dari GIFTS diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi pengembangan produk, investasi, lisensi dan transfer teknologi, pengembangan bersama dengan industri, produksi, maupun pemanfaatan inovasi oleh pengguna," katanya.

Menurut dia, GIFTS 2026 juga menunjukkan pentingnya peran Science Techno Park sebagai penghubung antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

GIFTS diselenggarakan UGM melalui dukungan program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP), dengan kolaborasi bersama Kadin, Meet The Investor (MTI), serta Infrastructure and Construction Innovation Conference and Workshop (ICONIC).

Kolaborasi lintas STP melalui Pasar Inovasi juga memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem hilirisasi membutuhkan jejaring yang lebih luas.

"Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi tidak berjalan sendiri dalam membawa hasil riset menuju pengguna, melainkan membangun hubungan dengan industri, investor, pemerintah, dan mitra strategis," katanya.

Pewarta : HRI
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026