Padang Panjang (ANTARA) - Sebanyak 15 pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dari berbagai sekolah di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengikuti Pelatihan Konseling Remaja yang digelar di Aula Kantor Camat Padang Panjang Barat, Rabu. Melalui pelatihan tersebut, para peserta dipersiapkan menjadi konselor atau pendamping sebaya di lingkungan sekolah.
Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, mengatakan masa remaja merupakan fase yang penuh dengan perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Menurut dia, tidak sedikit remaja yang mengalami kebingungan atau tekanan, tetapi enggan menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada orang tua maupun guru.
"Remaja harus menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Konselor sebaya memiliki peran strategis sebagai tempat berbagi, memberikan motivasi, dan menumbuhkan semangat bagi teman-temannya," kata Maria Feronika saat menjadi narasumber pelatihan.
Ia menjelaskan, keberadaan teman sebaya yang mampu mendengar dan memberikan dukungan sangat penting. Namun, konselor sebaya juga harus memahami batas perannya sebagai pendengar yang baik sekaligus mengarahkan teman kepada pihak yang lebih kompeten apabila permasalahan yang dihadapi memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain kemampuan mendampingi teman, pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut. Sikap percaya diri, empati, kemampuan berkomunikasi, dan akhlak yang baik dinilai akan membantu remaja membangun hubungan sosial yang sehat sekaligus menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pergaulan.
Sementara itu, Camat Padang Panjang Barat, Romi Ar Rahman, berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman.
Menurut dia, keterlibatan pelajar sebagai konselor sebaya dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk mengurangi berbagai persoalan remaja, seperti perundungan, konflik antarteman, hingga tekanan psikologis yang kerap muncul pada masa transisi menuju dewasa.
Melalui pelatihan itu, peserta dibekali teknik komunikasi efektif, prinsip dasar konseling remaja, serta cara menghadapi berbagai persoalan yang umum dialami kalangan remaja. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi kasus, dan sesi tanya jawab agar peserta mampu menerapkan teori dalam situasi nyata.
Pemerintah Kota Padang Panjang berharap pelatihan tersebut dapat mencetak lebih banyak remaja yang peduli terhadap sesama, mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekolah, serta mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat secara mental, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.