Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 111 orang meninggal dunia imbas gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8).
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan setidaknya 87 orang terluka dan sekitar 1.600 bangunan rusak, termasuk setidaknya 61 bangunan yang runtuh total. Ia telah menyatakan keadaan darurat untuk mempercepat pendanaan bagi pemulihan pasca gempa dan akan mengunjungi zona terdampak bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak akan meninggalkan orang-orang sendirian. Mereka ada di hati kami dan kami akan merawat mereka dengan tekad penuh," katanya, seperti dikutip Associated Press (AP).
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa terjadi 5 kilometer dari timur San Jose del Palmar, Kolombia, sekitar pukul 12.34 UTC.
Menurut Badan Geologi Kolombia, gempa ini adalah yang terkuat yang tercatat di negara itu "pada abad ke-21". Gempa pada Senin ini diikuti 21 gempa susulan yang tak begitu kencang.
Banyak orang masih hilang maupun terjebak karena gempa merusak dan meruntuhkan bangunan. Tim penyelamat terus berjibaku mencari korban di antara puing-puing.
Pilihan Redaksi
- Terbongkar Istri Netanyahu Digugat Gegara Sering Kasar & Hina Staf ART
- Calon Senat Muslim AS Ejek Trump usai Disebut Tukang Bual
- Alasan Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu
"Bangunan kami pada dasarnya hancur lebur, dan bangunan di sebelah kami? Benar-benar runtuh," kata Álvaro López, warga setempat yang menyaksikan pencarian.
Gempa Kolombia ini berdampak terutama pada Kota Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales. Gempa bahkan dirasakan hingga negara tetangga Ekuador dan Panama.
Wilayah Pasifik Kolombia di sekitar pusat gempa terletak di sepanjang Cincin Api, garis patahan seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik tempat sebagian besar gempa bumi di dunia terjadi.
Wilayah ini, khususnya Choco, adalah salah satu wilayah termiskin di Kolombia, yang terletak di tengah hutan lebat. Sebagian besar wilayah Choco hanya dapat dijangkau dengan perahu atau pesawat terbang, yang mungkin menimbulkan masalah bagi pihak berwenang dalam menilai jumlah korban yang lebih luas.
Wali Kota Manizales, Jorge Eduardo Rojas, telah meminta warga untuk tetap berada di luar rumah untuk berjaga-jaga jika terjadi gempa susulan. Pihak berwenang juga mengatakan penerbangan ditangguhkan di bandara Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, Buenaventura, dan Pereira hingga waktu yang tak ditentukan.
Pada Senin malam, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan $15,5 juta (sekitar Rp275 miliar) untuk tempat penampungan darurat, makanan, dan bantuan tanggap gempa lainnya. Pemerintah di seluruh Amerika Latin juga menyatakan akan turut serta membantu.
Presiden El Salvador Nayib Bukele dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga mengatakan siap membantu Kolombia.
"Dari El Salvador, kami sedang berkomunikasi dan siap memberikan dukungan segera dengan tim penyelamat, tenaga medis, paramedis, perbekalan, atau bantuan lain apa pun yang dianggap perlu oleh saudara-saudara kami di Kolombia," kata Bukele.
Presiden Chile José Antonio Kast mengatakan bahwa Chile, salah satu negara yang paling rawan gempa di kawasan ini, "mengetahui penderitaan dan tantangan yang ditimbulkan oleh gempa bumi" dan berjanji akan memberikan bantuan.
(blq/dna)