rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Shinkenchiku-cha/ A House in Japan, gestalten

    • Penulis, Hannah Newton
    • Peranan, BBC Culture
  • Telah diterbitkan 26 Juli 2026, 09:42 WIB

  • Waktu membaca: 8 menit

Dari rumah cerdas yang dilengkapi unit hunian tamu, hingga rumah mikro di Tokyo yang membuka seperti cangkang, serta hunian yang dirancang untuk kucing dan manusia sekaligus, berikut 10 rumah Jepang yang menawarkan inovasi dalam desain tempat tinggal.

Rumah-rumah paling inovatif di Jepang umumnya berukuran sederhana, tetapi memiliki gagasan yang ambisius tentang cara hidup.

Menurut François-Luc Giraldeau, editor buku A House in Japan: Lessons in Living, para arsitek Jepang menghadirkan "pemikiran paling presisi dan inventif tentang cara hidup pada masa kini."

"Hal itu penting saat ini karena banyak negara di dunia menghadapi persoalan yang sama dengan yang telah dihadapi Jepang selama beberapa dekade," ujarnya kepada BBC.

"Bagaimana hidup dengan nyaman di ruang yang lebih kecil, dengan sumber daya yang lebih terbatas, dan di tengah tekanan lingkungan yang semakin besar."

Ada pula kesederhanaan yang menipu dalam rumah-rumah terbaik di Jepang.

"Apa yang tampak minimalis biasanya merupakan hasil dari keputusan yang sangat cermat mengenai proporsi, material, pencahayaan, dan detail konstruksi. Ada tingkat keahlian yang luar biasa di balik sesuatu yang terlihat begitu sederhana. Desain yang baik bukan soal memiliki lebih banyak, melainkan membuat apa yang sudah ada bekerja secara lebih efektif," katanya.

Berikut adalah pilihan 10 rumah di Jepang yang mencerminkan keahlian tersebut sekaligus menawarkan berbagai solusi kreatif dalam berhuni.

1. Love2 House, Tokyo

"Berapa banyak ruang yang sebenarnya dibutuhkan seseorang untuk hidup dengan nyaman?"

Demikian pertanyaan yang diajukan arsitek Takeshi Hosaka melalui rumah sekaligus ruang praktiknya, sebuah hunian kompak di Tokyo yang berdiri di lahan seluas tidak lebih dari 10 meter persegi.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Ooki Jingu/ A House in Japan, gestalten

Keterbatasan ruang itu justru menjadi pemicu kreativitas dalam merancang rumah yang memuat seluruh kebutuhan dasar penghuninya, mulai dari area mandi, ruang untuk menikmati musik, tempat makan, ruang belajar, hingga area untuk beristirahat dan merenung.

Rumah ini ditandai oleh dua cangkang beton melengkung yang menjulang tinggi dan terbuka ke arah langit, memungkinkan cahaya matahari musim dingin membanjiri bagian dalam bangunan.

Di dalamnya, setiap permukaan dirancang memiliki fungsi. Rak-rak dibuat menyatu dengan dinding, sementara meja dan bidang kerja dirancang memanjang untuk memaksimalkan ruang yang tersedia.

Bagi Hosaka dan istrinya, rumah mereka mencerminkan apa yang mereka sebut sebagai "ketakterhinggaan dari hal-hal kecil".

2. Building Frame House, Tokyo

Konsep ruang terbuka (open plan) mendapat makna yang benar-benar baru dalam rumah ini.

Di bagian interior, ruang hunian dirancang sepenuhnya terbuka dari lantai hingga atap.

Firma arsitektur IGArchitects menghilangkan konsep dinding konvensional dan menggantinya dengan lantai-lantai terapung yang berfungsi sebagai elemen pemisah antar area hunian.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Ooki Jingu/ A House in Japan, gestalten

Pasangan yang tinggal di rumah ini, kata François-Luc Giraldeau kepada BBC, telah "memahami ritme" bangunan tersebut.

"Ketika ruang horizontal sangat terbatas, para arsitek tidak memiliki banyak pilihan selain berpikir secara vertikal, bukan hanya melalui denah lantai, untuk menciptakan bentuk-bentuk baru dalam pergerakan dan kehidupan domestik," ujarnya.

Mengingatkan pada karya seniman M.C. Escher, bidang-bidang lantai ditempatkan pada ketinggian dan kedalaman yang berbeda-beda.

Elemen-elemen itu tampak melayang dan saling terhubung di seluruh bangunan, sekaligus berfungsi sebagai sekat, ruang penyimpanan, dan area aktivitas.

Jendela besar dari lantai hingga langit-langit memungkinkan cahaya alami mengalir ke seluruh bagian rumah.

Sementara itu, sejumlah elemen penyekat yang dirancang secara halus tetap memberikan privasi bagi kamar mandi dan kamar tidur.

3. Tiny Home is Tall, Tokyo

"Kecukupan dapat dirancang dengan cara yang bermartabat," kata François-Luc Giraldeau.

"Rumah ini pada dasarnya mengajukan satu pertanyaan: seberapa besar ruang yang sebenarnya kita perlukan untuk hidup dengan nyaman?"

Di banyak negara Barat, rumah yang lebih besar kerap dianggap lebih baik.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Katsumasa Tanaka/ A House in Japan, gestalten 2026

Namun di Jepang, desain justru berupaya menemukan cara untuk hidup nyaman dengan ruang yang lebih terbatas.

Di atas lahan sudut seluas hanya 30 meter persegi, firma arsitektur Kominoru Design berhasil membangun rumah tiga lantai yang memaksimalkan setiap jengkal ruang yang tersedia.

Lantai paling atas dilengkapi teras atap, sementara di bagian dalam rumah sebuah bak mandi disematkan ke dalam dinding yang miring untuk menghemat ruang.

Jendela-jendela tinggi pada bagian atap juga membantu menciptakan sirkulasi udara yang alami.

Pepohonan yang ditanam di atas tepian atap dan taman kecil yang ditinggikan di lantai dua menyatukan unsur alam dengan bangunan secara cermat. Hasilnya adalah sebuah rumah yang indah dan fungsional, meskipun berdiri di atas lahan yang sangat terbatas.

Baca juga:

  • Rumah-rumah 'jengki: Kembalinya selera budaya era 1950-an
  • Rumah-rumah paling minimalis di Jepang
  • Berkunjung ke rumah para seniman dan penulis tersohor, benarkah sesuai karakter karya-karyanya?

4. Cat House, Kamakura

Di Jepang yang menghadapi penuaan penduduk, di mana jumlah hewan peliharaan kini melampaui jumlah anak-anak, hewan kesayangan kerap menempati posisi yang setara dengan anggota keluarga besar.

Berlatar kondisi tersebut, arsitek Tan Yamanouchi merancang rumah dengan mempertimbangkan sudut pandang dua kucing peliharaannya, selain kebutuhan dirinya dan sang istri.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Lamberto Rubino/ A House in Japan, gestalten

Keputusan itu menghasilkan hunian yang tidak biasa sekaligus mencerminkan gagasan kesetaraan antara manusia dan hewan peliharaan.

Di pusat rumah terdapat tangga spiral dengan 23 tingkatan yang dirancang sesuai panjang langkah seekor kucing.

Layaknya cabang-cabang yang tumbuh dari sebuah pohon, kamar tidur, studio, dapur, ruang makan, dan kamar mandi bercabang dari tangga tersebut.

Tata letak ini menciptakan ruang yang dinamis dan menyenangkan, sekaligus menghadirkan hunian yang nyaman bagi kucing maupun manusia.

5. Pale Veil, Tokyo

Terjepit di antara jalan raya utama dan jalur kereta api, apartemen ini memanfaatkan daya imajinasi yang menjadi ciri khas desain Jepang untuk menciptakan hunian yang tenang dan terasa lapang.

Rancangan tersebut dibangun di atas konsep engawa, yakni ruang transisi antara area luar dan bagian dalam rumah.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Akira Nakamura/ A House in Japan, gestalten 2026

Sebuah balkon seluas 40 meter persegi berfungsi sebagai engawa.

Sementara itu, pembatas ruang bergaya shoji berbentuk menyerupai sayap kupu-kupu menjadi elemen utama dalam desain hunian ini.

Struktur tersebut dibuat dari dua lapis kain tembus cahaya yang diperkuat pipa-pipa baja.

Material itu dapat menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya dan memanjang ke luar untuk menyaring terik matahari musim panas yang menyengat.

Melalui pendekatan tersebut, apartemen yang berada di lingkungan padat dan bising ini mampu menghadirkan ruang tinggal yang terasa lebih nyaman, teduh, dan terhubung dengan lingkungan sekitarnya.

6. Hut and Tower House, Tokyo

Sekilas menyerupai susunan balok Lego yang ditata secara cermat, rumah keluarga yang unik ini berdiri di gang-gang kecil di distrik Meguro, Tokyo, tidak jauh dari kawasan pertokoan yang ramai.

Hunian tersebut dirancang oleh firma arsitektur Onishimaki + Hyakudauki dan dibangun dari serangkaian kubus yang ditumpuk membentuk struktur vertikal.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Shinkenchiku-cha/ A House in Japan, gestalten

Sebuah bangunan tambahan yang disebut hut (gubuk) menjorok dari menara utama. Berkat posisinya yang dekat dengan jalan, ruang ini dapat difungsikan sebagai kamar tamu maupun studio kerja.

Di belakangnya, susunan kubus menjulang membentuk rumah lima lantai.

Dari lantai dasar, sebuah tangga spiral berkelok ke atas, menghubungkan kamar-kamar tidur, ruang keluarga, hingga ruang bermain yang berada di lantai paling atas.

Sementara itu, sebuah tangga luar menghubungkan bangunan dengan area pancuran yang terletak di lantai dua.

Melalui penataan ruang yang tidak konvensional ini, para arsitek berhasil menciptakan hunian yang fleksibel, menyenangkan, dan mampu memaksimalkan lahan sempit khas kawasan perkotaan Tokyo.

Baca juga:

  • Arsitektur: Rahasia mengapa rumah-rumah kuno di China bisa tetap sejuk
  • Perjuangan menyelamatkan gedung-gedung cantik peninggalan Kekaisaran Utsmaniyah dan kolonial Prancis di Beirut
  • Kebayoran Baru dulu dan sekarang: Kisah perumahan Peruri, rumah Jengki, hingga CSW

7. Tokyo Blue Apartment, Tokyo

"Apartemen ini bukan rumah tunggal yang dirancang secara khusus, melainkan apartemen standar tipe 3LDK dari era 1970-an yang diubah secara radikal," kata François-Luc Giraldeau kepada BBC.

Istilah LDK merupakan singkatan dari living, dining, kitchen (ruang keluarga, ruang makan, dan dapur), yang menggambarkan format ruang terbuka yang menjadi standar selama masa urbanisasi Jepang pascaperang. Angka di depannya menunjukkan jumlah kamar tidur.

Unit-unit seperti ini dibangun secara massal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkotaan yang terus bertambah.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Akira Nakamura/ A House in Japan, gestalten 2026

Hingga kini, apartemen semacam itu masih mudah ditemukan di berbagai kota di Jepang, meski sering kali memiliki desain yang seragam dan kurang memiliki karakter.

Firma desain Roovice mencoba mengubah kondisi tersebut dengan menghadirkan identitas yang lebih kuat melalui penggunaan warna, beton ekspos, pencahayaan yang fleksibel, ruang penyimpanan khusus, serta jalur lantai berwarna biru kobalt yang menjadi ciri khas apartemen ini.

"Tradisi desain interior Jepang umumnya lebih bertumpu pada material daripada warna," jelas Giraldeau.

"Di sini, warna tidak sekadar berfungsi sebagai elemen dekoratif, melainkan menjadi bagian dari struktur desain. Warna digunakan untuk mengarahkan pergerakan, menghubungkan berbagai ruang, dan mengubah unit standar menjadi hunian yang terasa lebih personal."

8. House with Membrane Roof, Tokyo

Pemikiran inovatif menjadi kunci di balik rumah ini, yang berdiri di lingkungan padat di Tokyo dan terhimpit bangunan lain di tiga sisinya.

Untuk menghadirkan lebih banyak cahaya alami ke dalam rumah, firma arsitektur Yuko Nagayama & Associates bersama Shohei Yoshida + Associates mencari solusi ke arah atas.

Mereka memasang atap ganda dari bahan membran yang digantung membentuk kurva katenaria.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Satoshi Takae/ A House in Japan, gestalten

Struktur ini pada dasarnya merupakan interpretasi berskala besar dari shoji, partisi tradisional Jepang yang berfungsi menyaring cahaya.

"Arsitektur tradisional Jepang mengandalkan cahaya yang lembut dan tersebar," kata François-Luc Giraldeau.

Konsep tersebut kemudian diterapkan pada atap bangunan. Selain memungkinkan cahaya masuk secara merata, atap membran ini juga membantu ventilasi dan insulasi termal.

Di bawahnya, pepohonan tumbuh melalui sebuah atrium, menciptakan ruang yang terasa lapang dan menghadirkan hubungan langsung antara hunian dan alam, meskipun berada di tengah kawasan perkotaan yang padat.

9. Symbiotic House, Karuizawa

Dibangun berdasarkan konsep Jepang kyōsei yang berarti simbiosis atau sinergi, rumah karya READ & Architects ini menghubungkan dua bangunan melalui koridor kaca.

Hunian tersebut dirancang untuk pasangan yang baru memasuki masa pensiun.

Salah satu bangunan berisi ruang keluarga utama dan kamar tidur utama, sementara bangunan lainnya difungsikan sebagai akomodasi tamu.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, A House in Japan, gestalten

Ruang itu juga dirancang agar dapat digunakan sebagai tempat tinggal perawat pendamping apabila diperlukan di masa depan.

"Di Jepang, yang merupakan salah satu negara dengan populasi tertua di dunia, arsitektur telah belajar untuk mengantisipasi kebutuhan perawatan, bukan sekadar bereaksi terhadapnya," kata François-Luc Giraldeau kepada BBC.

Rumah ini berdiri di kaki Gunung Asama dan dikelilingi taman batu vulkanik serta pepohonan fir.

Lanskap tersebut menyatu dengan hutan-hutan Karuizawa yang terlihat dari balik jendela, menciptakan hubungan yang erat antara ruang hunian dan alam di sekitarnya.

10. Blurring Boundaries, Kawasaki

Rumah keluarga ini dirancang ulang oleh Taichi Mitsuya & Associates sebagai perpanjangan dari ruang kota di sekitarnya.

Dibangun dengan menyatu secara cermat ke dalam lingkungan Kawasaki yang dipenuhi jalan-jalan sempit dan jalur air, rumah ini terbuka terhadap cahaya, sirkulasi udara, serta dinamika kehidupan perkotaan di sekelilingnya, tanpa mengorbankan privasi penghuninya.

Salah satu elemen paling menonjol adalah ruang kosong vertikal setinggi sekitar sembilan meter yang diterangi cahaya dari atap kaca.

rumah, gaya hidup, jepang, arsitektur

Sumber gambar, Daici Ano/ A House in Japan, gestalten

Lantai berbahan kisi-kisi baja pada area tersebut memungkinkan cahaya menyebar ke seluruh bagian rumah, menciptakan suasana terang yang menyerupai rumah kaca.

Bagi keluarga beranggotakan empat orang yang tinggal di sana, sekat-sekat geser digunakan secara cerdas untuk mengaburkan batas antara ruang dalam dan ruang luar.

Di lantai bawah terdapat beranda yang terbuka dan lapang, sementara di bagian atas tersedia teras taman yang menghadirkan ruang hijau di tengah lingkungan perkotaan.

Melalui pendekatan ini, rumah tersebut menciptakan hubungan yang lebih cair antara hunian pribadi dan kehidupan kota, sekaligus menawarkan ruang tinggal yang terang, fleksibel, dan nyaman.