Liputan6.com, Jakarta - Sejak Revolusi Industri, kereta api menjadi salah satu pilar utama peradaban modern. Jalur-jalur besi yang membentang di berbagai belahan dunia tidak hanya mengangkut logistik vital, tetapi juga menghubungkan jutaan orang secara efisien. Moda transportasi ini lama dipandang sebagai simbol kemajuan teknologi yang aman dan andal.
Namun, sejarah perkeretaapian juga menyimpan lembaran kelam. Saat sistem keselamatan gagal, masalah teknis mencuat, atau bencana alam menerjang, kereta api berkecepatan tinggi dengan bobot ratusan ton bisa berubah menjadi instrumen bencana yang dahsyat.
Menelusuri penyebab kecelakaan di rel menjadi langkah penting agar tragedi serupa tak terulang.
Mengutip riset dari Railway Technology, Sabtu (3/10/2026), berikut daftar 10 kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah dunia berdasarkan jumlah korban jiwa dan dampak historisnya:
1. Bencana "Queen of the Sea" (Sri Lanka, 2004)
Tanggal: 26 Desember 2004
Estimasi Korban: > 1.700 Jiwa
Penyebab Utama: Tsunami Samudra Hindia
Tragedi kereta Queen of the Sea (Ruhunu Kumari) di Peraliya, Sri Lanka, menjadi bencana perkeretaapian paling mematikan dalam sejarah. Kereta penumpang yang padat muatan ini sedang melaju di sepanjang pantai barat daya dari Colombo menuju Galle saat gempa bumi dahsyat memicu tsunami.
Dua gelombang raksasa menerjang dan menghancurkan seluruh rangkaian delapan gerbong. Banyaknya penumpang ditambah warga lokal yang nekat memanjat atap kereta untuk menyelamatkan diri dari gelombang pertama membuat angka kematian melonjak hingga melampaui 1.700 orang.
2. Tragedi Sungai Bagmati (India, 1981)
Tanggal: 6 Juni 1981
Estimasi Korban: 750–800 Jiwa
Penyebab Utama: Cuaca Ekstrem & Rem Mendadak
Bencana rel terburuk di India terjadi ketika kereta berisi sekitar 1.000 penumpang rute Mansi–Saharsa melintasi jembatan Sungai Bagmati di Bihar. Saat badai topan dan hujan deras menerjang, masinis mendadak menarik rem mendalam, diduga demi menghindari hewan ternak yang melintas.
Pengereman mendadak di tengah angin kencang membuat tujuh dari sembilan gerbong tergelincir dan terjun ke aliran deras Sungai Bagmati yang sedang meluap.
3. Anjlokan Saint-Michel-de-Maurienne (Prancis, 1917)
Tanggal: 12 Desember 1917
Estimasi Korban: > 700 Jiwa
Penyebab Utama: Rem Blong & Muatan Berlebih (Overload)
Sebuah kereta militer sepanjang 350 meter membawa sekitar 1.000 prajurit Prancis yang pulang cuti dari Front Italia pada Perang Dunia I. Saat menuruni lintasan curam dari stasiun Modane menuju Lembah Maurienne, sistem rem gagal berfungsi akibat beban yang kelewat berat.
Kereta meluncur tanpa kendali hingga anjlok dan saling bertabrakan menjelang Stasiun Saint-Michel-de-Maurienne. Benturan keras tersebut memicu kebakaran hebat dari lampu penerangan berbahan bakar minyak.
4. Tragedi Stasiun Ciurea (Rumania, 1917)
Tanggal: 13 Januari 1917
Estimasi Korban: 600–1.000 Jiwa
Penyebab Utama: Malfungsi Rem & Kebakaran
Di tengah gelora Perang Dunia I, kereta ekspres 26 gerbong yang mengangkut tentara terluka dan pengungsi meluncur tak terkendali di turunan tajam dekat Stasiun Ciurea. Saluran rem angin yang terputus membuat rangkaian kereta gagal berhenti.
Ketika dialihkan ke jalur cabang demi menghindari tabrakan di stasiun utama, kereta justru anjlok dan menghantam rangkaian gerbong lain, memicu ledakan dan kebakaran yang melalap habis gerbong kayu tersebut.
5. Kecelakaan Kereta Guadalajara (Meksiko, 1915)
Tanggal: 22 Januari 1915
Estimasi Korban: > 600 Jiwa
Penyebab Utama: Kegagalan Rem di Turunan Terjal
Terjadi saat Revolusi Meksiko, kereta penumpang 20 gerbong disiapkan khusus untuk membawa keluarga pasukan kepresidenan Venustiano Carranza dari Colima ke Guadalajara. Akibat kelebihan muatan secara ekstrem dengan penumpang yang bergelantungan di atap dan pintu, sistem pengereman tak sanggup menahan laju kereta di jalur pegunungan yang terjal. Kereta terlempar dari rel saat melintasi tikungan tajam dan jatuh ke dalam jurang.
6. Ledakan Kereta Api Ufa (Uni Soviet / Rusia, 1989)
Tanggal: 4 Juni 1989
Estimasi Korban: 575 Jiwa
Penyebab Utama: Kebocoran Gas Industri & Ledakan Dahsyat
Dua kereta penumpang rute Adler–Novosibirsk yang membawa sekitar 1.300 orang saling berpapasan di jalur Trans-Siberia dekat Kota Ufa. Tanpa disadari, terjadi kebocoran gas LPG skala besar dari pipa retak di sekitar rel yang membentuk awan gas tak terlihat.
Percikan api dari roda kereta memicu ledakan raksasa setara 10 kiloton TNT, membumi hanguskan 7 gerbong dan merusak 37 gerbong lainnya.
7. Bencana Kereta Api Balvano (Italia, 1944)
Tanggal: 3 Maret 1944
Estimasi Korban: 520 Jiwa
Penyebab Utama: Keracunan Gas Karbon Monoksida (CO)
Sebuah kereta barang yang mengangkut ratusan penumpang gelap mendadak mogok di dalam Terowongan Armi akibat lintasan menanjak yang licin dan beban terlalu berat. Dua lokomotif uap yang dipaksa bekerja keras membakar batu bara berkualitas rendah memicu penumpukan gas karbon monoksida (CO) tak berbau di dalam terowongan. Mayoritas penumpang dan kru meninggal lemas karena keracunan gas secara perlahan tanpa sempat menyadari bahaya.
8. Tabrakan Beruntun Torre del Bierzo (Spanyol, 1944)
Tanggal: 3 Januari 1944
Estimasi Korban: 200–500+ Jiwa
Penyebab Utama: Tabrakan Tiga Kereta di Dalam Terowongan
Kecelakaan di Spanyol ini melibatkan tabrakan tiga kereta di dalam Terowongan No. 20 dekat Torre del Bierzo. Kereta ekspres pos Galicia Mail Express mengalami rem blong lalu menabrak lokomotif langsir di dalam terowongan, yang merusak kabel sinyal.
Kereta batu bara 27 gerbong dari arah berlawanan yang tidak tahu ada bahaya lantas menghantam rangkaian tersebut dari belakang, memicu ledakan dan kobaran api hebat di dalam terowongan yang sempit.
9. Anjlokan Kereta Awash (Etiopia, 1985)
Tanggal: 14 Januari 1985
Estimasi Korban: 428 Jiwa
Penyebab Utama: Kecepatan Berlebih (Human Error)
Bencana rel paling mematikan di benua Afrika ini terjadi saat kereta ekspres melintas di jalur Addis Ababa–Djibouti membawa sekitar 1.000 penumpang. Ketika melintasi tikungan tajam di atas jembatan tinggi Sungai Awash, kereta anjlok akibat melaju jauh melampaui batas kecepatan aman. Empat gerbong terlepas dan jatuh ke dasar jurang Sungai Awash yang curam.
10. Kebakaran Kereta Al-Ayyat (Mesir, 2002)
Tanggal: 20 Februari 2002
Estimasi Korban: 383 Jiwa
Penyebab Utama: Meledaknya Kompor Gas di Gerbong
Tragedi melanda kereta 11 gerbong rute Kairo–Luxor yang dipadati penumpang liburan Hari Raya Idul Adha. Kebakaran bersumber dari meledaknya kompor gas kecil yang dipakai penumpang untuk memasak di gerbong kelas tiga.
Ketiadaan sistem komunikasi dan rem darurat yang berfungsi membuat kereta yang terbakar terus melaju kencang sejauh 7 kilometer sebelum akhirnya berhenti di dekat Al-Ayyat. Banyak penumpang tewas terbakar atau nekat melompat keluar dari kereta yang sedang melaju.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6